3A2P Strategi yang Bisa Diterapkan Pemerintah Demi Genjot Industri Pariwisata Nasional

Pemerintah berencana menggenjot sektor industri pariwisata. Harapannya, sektor ini mampu menjadi keran besar devisa negara dan memangkas defisit

3A2P Strategi yang Bisa Diterapkan Pemerintah Demi Genjot Industri Pariwisata Nasional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Suasana pemaparan perkembangan ekonomi terkini dalam era digital ekonomi Bank Indonesia, Senin (25/02/2019). 

3A2P Strategi yang Bisa Diterapkan Pemerintah Demi Genjot Industri Pariwisata Nasional

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah berencana menggenjot sektor industri pariwisata. Harapannya, sektor ini mampu menjadi keran besar devisa negara dan memangkas defisit perdagangan yang terjadi saat ini.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, saat berikan pemaparan dalam agenda temu wicara Perkembangan Ekonomi Terkini Dalam Era Digital Ekonomi, di Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kalbar, mengungkapkan, ada beberapa strategi yang bisa diupayakan untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kami menyebutnya dengan program 3A2P," ungkapnya, saat berikan pemaparan dalam agenda tersebut, Senin (25/02/2019)

3A2P sendiri merupakan akronim dari lima langkah strategis. A pertama , katanya, adalah terkait akses menuju lokasi destinasi wisata andalan.

Baca: Nursyam: Siap Dukung Pengembangan Desa Wisata

Baca: Dinas Pariwisata Kubu Raya Sebut Akan Fokus Kembangkan Wisata di Desa

Baca: Syahrini dan Reino Barack Dikabarkan Akan Menikah Lusa, Cincin di Jari Manis Jadi Sorotan

Baca: FOTO: Konferensi Pers Penangkapan Empat Orang Tersangka Judi Liong Fu di Mapolresta Pontianak

Akses ke lokasi destinasi menurutnya menjadi perkara penting dalam mendongkrak majunya industri pariwisata nasional. Sebab, dengan akses yang mudah, akan turut memacu pertumbuhan kunjungan wisatawan ke lokasi destinasi wisata unggulan itu.

"Raja Ampat misalnya, bagaimana Raja Ampat bagus kalau pesawatnya (aksesnya) seperti itu. Sudah mahal, jauh lagi," sambungnya.

A ke dua adalah aktraksi. Bagaimana destinasi wisata unggulan bisa ditata dan dekelola sedemikian rupa agar atraktif dan mampu memberikan atraksi menarik bagi para wisatawan.

"Di Turki, atraksi demi atraksi dilakukan (untuk membuat pariwisatanya menjadi menarik-red). Ada balon udara, karpet terbang dan sebagainya. Atraksinya keren-keren," paparnya.

Adapun A yang ke tiga menurutnya adalah amenitas.  Amenitas sendiri kerap diartikan  sebagai berbagai fasilitas di luar akomodasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berwisata di suatu destinasi. 

Bisa berupa fasilitas pariwisata seperti rumah makan, restoran, toko cenderamata, dan fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, taman, dan lain-lain. Amenitas yang baik, menurutnya, akan memberikan kesan positif dan kepuasan bagi para wisatawan.

Kerena itu, amenitas yang memadai sangat penting menunjang kenyamanan wisatawan mancanegara. Sehingga harapannya mampu mendongkrak jumlah kunjungan.

Sementara P pertama, adalah aspek promosi pariwisata unggulan. "Promosi kita kurang," nilainya.

Adapun P terakhir adalah pelaku usaha, termasuk pembiayaan. Para pelaku usaha menjadi instrumen penting dalam mengangkat kualitas pariwisata nasional. 

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved