Bupati Sambas Hadiri Launching Gerakan Indonesia Bersih di Jakarta
Bupati Sambas menghadiri kegiatan Launching Gerakan Indonesia Bersih, Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah di Jakarta.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Bupati Sambas Hadiri Launching Gerakan Indonesia Bersih di Jakarta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas menghadiri kegiatan Launching Gerakan Indonesia Bersih, Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Bupati Atbah mengatakan Sambas siap untuk melaksanakan Gerakan Sambas Perangi Sampah untuk menyukseskan program Pengelolaan Sampah untuk Gerakan Indonesia Bersih, Sehat dan Bernilai tahun 2019.
Demi melancarkan kegiatan tersebut, Bupati Sambas, bersama dengan kepala daerah se-Indonesia mengikuti rapat Kerja Nasional di Jakarta, atas undangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kamis (21/2).
Dalam kesempatan itu, Atbah menyampaikan laporan tertulis berkenaan dengan kondisi dan kegiatan persampahan serta permasalahan daerah.
Baca: Kuota Pengawas TPS di Pontianak Belum Terpenuhi, Capai Angka 47 Persen
Baca: Berikan Cara Mudah Dapatkan SIM, Sat Lantas Polres Singkawang Sediakan Coaching Clinic
Baca: Camat Air Besar Gelar Musrenbang Tingkat Kecamatan, Ini yang Jadi Pembahasan
Laporan tersebut ia sampaikan langsung kepada Tim Nasional (Timnas) Pengelolaan Sampah di Jakarta.
“Dari arahan menteri pada rakernas itu, daerah didorong untuk melakukan penyusunan peraturan daerah guna mendukung gerakan Indonesia bersih dan sehat. Daerah juga diminta menyelesaikan kebijakan yang menjadi landasan pelaksanaan pengelolaan persampahan di daerah,” ujarnya, Jum'at (22/2/2019) sebagaimana rilis yang diterima Tribun.
Atbah mengatakan, setelah pemilihan serentak tahun 2018, negara memandang itu momentum tepat untuk mengintegrasikan kinerja dan kerangka strategis daerah ke dalam Rencana Strategis Pemerintah Daerah yang terkait dalam penanganan persampahan.
“Hasil rakernas itu juga mendorong daerah melakukan inovasi pengelolaan sampah didaerah seperti inovasi kelembagaan, keuangan, inovasi teknis seperti memanfaatkan sampah sebagai sumber daya ekonomi,” paparnya.
Salah satunya adalah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat.
“Daerah juga diarahkan melakukan kerjasama antar wilayah untuk menyelesaikan permasalahan persampahan sesuai fungsi kewilayahan masing-masing,” sebut Atbah.
Adapun beberapa cara alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan, memanfaatkan dana transfer, dana insentif dan dana desa.
Baca: Langit Terpantau Cerah Berawan di Sekitar Kota Pontianak
Baca: Laksamana TNI Siwi Sukma Adji Resmikan Gedung Mako Lantamal XII Pontianak di Wajok
“Ini harus dilakukan secara transparan, bersih dan sesuai aturan untuk dapat hasil optimal dan memprioritaskan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Hari Pengelolaan Sampah Nasional (HPSN) 2019, menjadi momentum untuk mewujudkan pengelolaan sampah menuju hidup bersih, sehat dan bernilai.
Oleh karenanya, ada beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan. Salah satunya dicontohkan Atbah adalah Gerakan bersih-bersih bersama masyarakat baik di pantai, laut, sungai, ruang publik, kantor, taman nasional, taman kota dan titik lainnya.
“Gerakan bersih nantinya membuka ruang untuk Dunia usaha, gerakan aktivis dan komunitas untuk ikut terlibat aktif. Termasuk memberikan dorongan dan fasilitasi gerakan bersih sampah bagi peserta didik sekolah dan pesantren,” paparnya.