Advetorial

Melayani Peserta JKN-KIS Dengan Empati Tanpa Perbedaan, Itu Tugas Kami

Program ini sangat terbukti membantu masyarakat, apalagi penyakit-penyakit yang berbiaya mahal

Melayani Peserta JKN-KIS Dengan Empati Tanpa Perbedaan, Itu Tugas Kami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Muhammad Ansyari (28) adalah seorang perawat yang bertugas di ruang perawatan penyakit dalam RSUD Sultan Muhammad Alkadrie. 

Melayani Peserta JKN-KIS Dengan Empati Tanpa Perbedaan, Itu Tugas Kami

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Ini terlihat dari terus bertambahnya jumlah peserta dan pemanfaatannya yang semakin meningkat pula.

Begitu juga yang dirasakan oleh seorang petugas kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Muhammad Alkadire Pontianak.

Muhammad Ansyari (28) adalah seorang perawat yang bertugas di ruang perawatan penyakit dalam RSUD Sultan Muhammad Alkadrie. Sejak era BPJS Kesehatan tahun 2014 silam dirinya telah bekerja di RSUD ini, 90% pasien yang dilayaninya merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS).

Baca: Cari Kantor BPJS Kesehatan Sintang? Disini Alamatnya 

Baca: Bingung Cari Alamat Kantor BPJS Kabupaten Sanggau? Disini Lokasinya

“Program ini sangat terbukti membantu masyarakat, apalagi penyakit-penyakit yang berbiaya mahal. Banyak pasiennya menuturkan jika tidak ditanggung Program JKN-KIS entah dimana mereka mencari biaya untuk pengobatannya,” tutur Ansyari.

Menjadi seorang perawat merupakan pekerjaan mulia bagi Ansyari, tidak hanya pengetahuan medis, perawat juga harus memliki keterampilan, kesabaran, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan, sehingga mampu memberikan kepuasan kepada pasien. Saat diwawancarai oleh tim BPJS Kesehatan, Ansyari yang juga merupakan Ketua Tim Perawat mengatakan dirinya selalu mengedepankan rasa empatinya kepada pasien.

“Kami disini bekerja dengan mengedepankan kode etik profesi dan tentunya kepuasan dan kenyamanan pasien, kami tidak pernah membeda-bedakan pelayanan antara peserta JKN-KIS maupun pasien umum. Prinsip saya secara pribadi selalu berupaya melayani pasien dengan rasa empati, bagaimana kalau saya berada di posisi pasien atau keluarga pasien, pastilah menginginkan yang terbaik untuk kesembuhanya. Dengan begitu pelayanan yang diberikan akan maksimal dan pasien maupun keluarga merasa nyaman,” tutur Ansyari.

Baca: BPJS Kesehatan Adukan Perusahaan Sawit ke Kejari

Baca: Tunggakan Iuran Peserta Mandiri Capai RP 9,3 M, Ramlana: BPJS Harus Jemput Bola

Sebagai pelayan masyarakat dan juga peserta JKN-KIS Ansyari tentunya juga menaruh harapan besar kepada program ini. Harapnya program JKN-KIS dapat berjalan dengan stabil, terobosan-terobosan harus terus diupayakan agar masyarkat sadar dan tidak perlu dipaksa untuk membayar iuran.

“Begitu besar biaya pelayanan kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah demi terus menjaga sustainibilitas program JKN-KIS, begitu juga dengan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara berbagai upaya dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan sesuai haknya. Program ini perlu dukungan semua pihak, terutama masyarakat, pernah atau tidak mendapatkan pelayanan kewajiban harus dituntaskan sebagai peserta JKN-KIS. Jangan pernah sengaja untuk tidak membayar iuran, karena iuran kita mempunyai arti besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, melayani peserta jkn-kis dengan empati tanpa perbedaan, itu sudah tugas kami!,” tutup Ansyari.(*)

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved