5 Komoditi Ekspor Terbesar Kalbar Dalam Pertemuan Raker Industri dan Perdagangan Se-Kalbar

Wawan Dwi Hermawan menghadiri dan menjadi narasumber pada pertemuan ke-1 Rapat Kerja Industri dan Perdagangan Se-Kalimantan Barat Tahun 2019

5 Komoditi Ekspor Terbesar Kalbar Dalam Pertemuan Raker Industri dan Perdagangan Se-Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Kepala Penerimaan dan Pengelolaan Data, Purba Sadhi Dharma menjadi narasumber pada pertemuan ke-1 Rapat Kerja Industri dan Perdagangan Se-Kalimantan Barat Tahun 2019 di Hotel Orchads Gajahmada. 

5 Komoditi Ekspor Terbesar Kalbar Dalam Pertemuan Raker Industri dan Perdagangan Se-Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Penerimaan dan Pengelolaan Data, Purba Sadhi Dharma dan Kepala seksi Fasilitas II, Wawan Dwi Hermawan menghadiri dan menjadi narasumber pada pertemuan ke-1 Rapat Kerja Industri dan Perdagangan Se-Kalimantan Barat Tahun 2019 di Hotel Orchads Gajahmada, Pontianak pada tanggal 19 Februari kemarin.

Rapat yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat dan dihadiri oleh Gurbernur Kalimantan Barat, Sutarmidji beserta operasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran lainnya.

Baca: Kompetisi Sepak Bola U-15 Siap Digulirkan, Berikut Hasil Undian Grup

Baca: Kodim 1205/Sintang Targetkan 76 Poskamling Guna Wujudkan Desa Mandiri

Baca: Bupati Apresiasi Cap Go Meh di Kapuas Hulu Sukses

Pertemuan dibuka oleh Gurbernur Kalbar, Sutarmidji yang dalam pembukaannya membahas terkait upaya meningkatkan revitalisasi database Indag dalam upaya percepatan hilirisasi Industri, stabilisasi bahan pokok dan peningkatan kinerja ekspor.

"Ada 5 komoditi ekspor terbesar Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 yang terdiri dari Alumina, bahan baku karet, bijih alumunium dan konsentratnya, kayu lapis dan crude palm oil (CPO)," papar Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Purba Sadhi Dharma.

Purba Sadhi juga memaparkan sesi Fasilitasi Bea dan Cukai dalam rangka percepatan Hilirasi Industri di Kalimantan Barat. Dengan demikian, ia ikut menjelaskan tindakan-tindakan apa saja yang akan dilakukan pemerintah melalui kementerian keuangan c.q. DJBC dalam usahanya membantu mempercepat Hilirisasi Industri di wilayah Kalimantan Barat.

"Dengan mendorong ekspor di berbagai daerah di Indonesia dengan memberikan fasilitas kepada para pelaku usaha berorientasi ekspor," ujarnya

Fasilitas tersebut, lanjutnya, berbentuk kemudahan dalam hal prosedural dan insentif fiskal, yang ditujukan untuk mendongkrak produksi para pelaku usaha dan mengekspor hasil produksi tersebut.

Baca: Bupati Jarot Minta PDAM Tirta Senentang Terus Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Pelanggan

Baca: Kapolres Pastikan Cap Go Meh di Kapuas Hulu Aman

Purba menjelaskan, kemudahan atau fasilitas dalam rangka menunjang ekspor itu diberikan melalui Kawasan Berikat, bagi perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor dan sebagian hasil produksi dijual ke lokal.

"Pengusaha ini akan mendapat fasilitas fiskal dalam bentuk penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor, serta pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)," sebutnya.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta secara interaktif, Purba Sadhi juga menjelaskan pemaparan mengenai adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah Melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta diharapkan dapat membantu Pemerintah Wilayah Kalimantan Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam membantu membercepat Hilirasi Industri terutama dalam meningkatkan dan percepatan kinerja ekspor.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved