Pameran

Pameran "BERMUDA" Geliat Seni Rupa Kontemporer Indonesia di Kota Singkawang.......

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
ISTIMEWA/DOKUMENTASI BERMUDA
Pengunjung menikmati karya John Martono (Bandung) berjudul "The Soul of Happiness" dalam pameran bertajuk "Bermuda" (art & stories) di Gedung Informasi Pariwisata, Singkawang, Senin (18/02/2019). Pameran seni rupa kontemporer pertama di Singkawang ini menampilkan karya-karya seniman asal Singkawang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Jatiwangi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Singkawang menapaki langkah baru dalam bidang seni rupa.

Targetnya menjadi rumah kecil seni rupa kontemporer Indonesia di kawasan perbatasan.

Pameran bertajuk "Bermuda" (art & stories) yang melibatkan seniman Singkawang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Jatiwangi, merupakan usaha seniman untuk menyebarkan wacana dan praktik mutakhir seni rupa kontemporer Indonesia di Singkawang.

Pameran seni rupa kontemporer pertama di Singkawang ini dikuratori oleh Argus FS (Bandung) dan Frino Bariarcianur (Singkawang).

Digagas oleh Artspace Indonesia, sebuah kelompok seni yang berfokus pada kerja-kerja penelitian, dan pengembangan wacana dan media massa seni yang berbasis di Bandung.

Baca: Atasi Masalah Kekurangan Guru, Disdikbud Kalbar Akan Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi

Baca: Lakukan Ritual Cuci Jalan Jelang Cap Go Meh, Ratusan Tatung Datangi Vihara Tri Darma Bumi Raya

"Harus kami akui, dalam peta seni rupa kontemporer Indonesia, kota Singkawang bukanlah apa-apa. Untungnya posisi Singkawang yang dekat dengan perbatasan dengan negara-negara tetangga, memungkinkan kota ini menjadi etalase karya seni rupa kontemporer Indonesia. Etalase ini kami sebut sebagai rumah kecil," ungkap Frino Bariarcianur kepada Tribun, Senin (18/2/2019).

Kuncinya menurut Frino, tentu saja dengan membangun ekosistem seni rupa seperti penyelenggaraan pameran dan festival, diskusi antar komunitas seni, dan penulisan serta pendokumentasian tentang seni rupa kontemporer di media sosial dan media massa di Singkawang.

"Seni rupa kontemporer Indonesia di kota besar punya sejarah panjang dan penuh dinamika. Dan di Singkawang, pameran Bermuda ini merupakan langkah awal pengembangan seni rupa kontemporer," ungkap Frino.

Dalam pameran ini, publik akan melihat bentuk-bentuk dan medium seni yang lebih beragam yang dikerjakan oleh seniman-seniman Indonesia.

Mereka adalah seniman asal Bandung, Arman Jamparing a.k.a ACTMOVE, Deni ‘Ackay’ Ramdani, John Martono, dan Prabowo Setyadi.

Seniman asal Yogyakarta Gusmen Heriadi dan Syam Terrajana (Yogyakarta).

Seniman asal Jakarta Shamow'el Rama Surya dan Yohanes Arya Duta.

Seniman asal Pontianak yaitu Ayu Murniati (Pontianak), serta seniman Singkawang yaitu Chantal Novyanti, Kartono, Priska Yeniriatno, dan Ricko Iswanto.

Seniman menghadirkan karya lukisan, fotografi, instalasi, grafis, keramik, dan batik.

Baca: Ledakan Diduga Petasan dekat GPK, Polda Metro Jaya Sudah Periksa Lebih 10 Saksi

Baca: Tatung Berbaju Perang jadi Serbuan Wisatawan di Singkawang

"Keterlibatan seniman dari luar Singkawang merupakan upaya provokasi estetik serta dialog seni rupa kontemporer berbasis pengembangan medium atau material, dengan pengetahuan seni yang jadi penyertanya kepada publik dan seniman di Singkawang," ungkap Argus FS.

Lebih lanjut Argus menyatakan kontribusi pemerintah, pengusaha yang konsen terhadap perkembangan seni rupa yang jadi simbol peradaban masyarakatnya yang maju jelas dibutuhkan untuk menopang praktik seni rupa kontemporer di kota Singkawang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved