Internasional

Warga Jepang Terjerat Undang-undang Spionase, Setahun Ditahan di China

Seorang pria asal Jepang dilaporkan telah ditahan selama lebih dari satu tahun di China setelah dituduh melakukan aksi mata-mata.

Warga Jepang Terjerat Undang-undang Spionase, Setahun Ditahan di China
dok.Mother Jones
Ilustrasi Mata-mata. 

Warga Jepang Terjerat Undang-undang Spionase, Setahun Ditahan di China

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TOKYO - Seorang pria asal Jepang dilaporkan telah ditahan selama lebih dari satu tahun di China setelah dituduh melakukan aksi mata-mata.

Disampaikan Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, pria berusia 40-an tahun yang tidak diungkapkan identitasnya itu, telah ditahan di Kota Guangzhou, sejak Februari 2018.

Pria itu telah didakwa pada bulan Juni 2018, namun belum dijatuhi putusan hukuman.

"Dalam hal melindungi warga Jepang yang ada di luar negeri, kami bekerja keras menyediakan sebanyak mungkin dukungan," kata Suga dikutip kantor berita Kyodo News, Kamis (14/2/2019).

Baca: Kunjungan ke Asia, Putra Mahkota Saudi Singgah ke China dan Indonesia

Baca: China Tutup Base Camp Gunung Everest Karena Tumpukan Sampah

Ditambahkan Kyodo, pria yang ditahan di China tersebut merupakan karyawan perusahaan perdagangan Jepang, Itochu.

Namun seorang perwakilan kantor Itochu di Beijing, membantah laporan tersebut dengan mengatakan tidak ada kasus seperti yang diberitakan.

Sementara seorang wakil dari kantor perusahaan Guangzhou tidak bersedia memberi komentar.

Disampaikan Susumu Tsuda, koordinator senior perlindungan warga negara Jepang di luar negeri, mengatakan, pria tersebut dituduh telah melanggar undang-undang spionase China.

Staf konsuler Jepang telah mengunjunginya setiap bulan.

Halaman
12
Editor: Dian Lestari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved