Herman Hofi Minta Ada Program Konsolidasi Lahan Fasum Yang Ditempati Masyarakat

Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar yang merupakan wakil rakyat satu satunya menghadiri Musyawarah Rencana

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Herman Hofi 

Herman Hofi Minta Ada Program Konsolidasi Lahan Fasum Yang Ditempati Masyarakat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar yang merupakan wakil rakyat satu satunya menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2020 menuturkan sebetulnya untuk Pontianak Selatan pembangunan di berbagai sektor sudah banyak dan terbilang cukup maju.

Saat ini fasilitas publik yang cukup membanggakan menurutnya mendapatkan alokasi pembangunan promenade yang ada di tepian Sungai Kapuas, Kelurahan Benua Melayu Laut.

Herman Hofi Munawar, yang juga merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Kelurahan Akcaya menegaskan dalam rangka Musrembang ini perlu ada aspek-aspek dalam konteks pembangunan penataan kawasan yang berkelanjutan.

Baca: Surat Suara Pemilu 2019 Untuk KPU Sambas Akan Didistribusikan

Baca: Surat Suara Pemilu 2019 Untuk KPU Sambas Akan Didistribusikan

Baca: Harapan Serta Imbauan Susilo Aheng Pada Perayaan Cap Go Meh 2019

"Sebenaranya di Pontianak Selatan ini satu kelurahan yang butuh mendapatkan perhatian lebih yaitu Kelurahan Kota Baru dari lima kelurahan yang ada di Pontianak Selatan," ucap Herman Hofi Munawar saat diwawancarai, Jumat (15/2/2019).

Kelurahan Kota Baru memang disebutnya kelurahan baru dan dikategorikan sebagai kelurahan tertinggal dari yang lainnya.

"Ini perlu ada perlakuan serius, tertinggalnya ini ada beberapa hal, yang pertama terkait infrastruktur, yang kedua ada harus ada peningkatan ekonominya," ucap Herman Hofi.

Wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menambahkan Musrembang ini perlu untuk menggali kebutuhan masyarakat yang betul-betul real, agar bisa merubah semangat dan nasib hidup masyarakat itu sendiri.

Satu hal yang perlu untuk di tuntaskan itu adalah terkait perumahan dan rumah layak huni. Ia menyebutkan daerah Kota Baru terutamanya masih banyak warga yang masih memanfaatkan tanah Fasum.

Baca: Ini Tanggapan BNN Provinsi Kalbar Terkait Program Pelajar Muhammadiyah Anti Narkoba (P-MAN)

Baca: 43 Pengungsi Rohingya Gagal  ke Malaysia

Baca: Rosalina Persiapkan Diri Dampingi Suami Pimpin Kabupaten Kubu Raya

"Jadi saya fikir ini mesti dilakukan program konsolidasi berikutnya. Untuk tanah Fasum ini artinya masyarakat yang sudah menempati di tanah Fasum ini di berikan kesempatan kepada mereka untuk bisa memiliki tanah ini tentunya dengan aturan dan ketentuan," ucapnya.

Ia mengajak melihat kebijakan Mantan Wali Kota Pontianak, Alm Bukhari atau Siregar beberapa dekade lalu ada konsolidasi lahan.

"Alhamdulillah sekali dengan adanya konsolidasi lahan itu banayk masyarakat yang sudah ada kepastian hukum. Kita lihat saat ini masih banyak sekali masyarakat yang belum memiliki kepastian hukum terhadap lahan yang ada di daerah Kota Baru," tambahnya.

Program konsolidasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh pemerintah kota, mungkin menurutnya melalui Musrembang ini bisa dimasukan.

Pemerintah isa melakukan iventrisasi yang betul terhadap mereka yang masih menempati lahan Fasum. Mereka yang menempati itu bisa diberikan kesempatan untuk memiliki tempat itu sendiri, sehingga penataan wilayah kota itu akan genah.

"Saat ini masyarakat, ketika tidak ada kepastian hukum sepertinya mereka agak ragu untuk memempati atau menata kondisi lingkugan itu masing masing. Sehingga momentum musremang ini saya fikir, merupakan momentum yang sangat bagus sekali untuk memusyawarahkan berbagai persoalan persoalan yang betul betul memiliki tingkat kebutuhan yang sudah tinggi,"jelas Herman.

Satu hal yang ia ingatkan kepada kelurahan atau kecamatan dari Musrembang ke Musrembang perlu ada semacam peta.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved