Waspada DBD, dr Fujiyanto Sebut Hal Ini Patut Dilakukan Masyarakat Guna Pencegahan

dr Fujiyanto menegaskan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) lantaran virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti

Waspada DBD, dr Fujiyanto Sebut Hal Ini Patut Dilakukan Masyarakat Guna Pencegahan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak, dr Fujiyanto. 

Waspada DBD, dr Fujiyanto Sebut Hal Ini Patut Dilakukan Masyarakat Guna Pencegahan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak, dr Fujiyanto menegaskan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) lantaran virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dapat dicegah melalui berbagai cara.

“Pencegahan bisa dilakukan secara mekanis, kimiawi, dan biologi,” ungkapnya kepada tribunpontianak.co.id, Selasa (12/2/2019).

Secara mekanis, kata dia, bisa melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu melalui penerapan 3M plus yakni menguras dan menutup wadah penampungan air, mengubur sampah bekas, serta menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi.

Baca: BPJS Kesehatan Adukan Perusahaan Sawit ke Kejari

Baca: Bergaya Supermoto, Yamaha Kini Punya Street Bike Terbaru di Kelas 150 CC

Baca: Es Krim Pelepas Dahaga di Navasha Kopo Tiam Sekadau

“Pencegahan secara kimiawi bisa dilakukan dengan penggunaan obat nyamuk bakar atau semprot, repellent, fogging atau pengasapan dan penaburan bubuk abate,” terangnya.

Sementara itu, pencegahan secara biologi bisa dengan menaruh ikan pemakan jentik di dalam kolam air atau dengan menanam tanaman yang tidak disenangi oleh nyamuk.

“Seperti ikan cupang dan jenis ikan pemakan jentik lainnya. Kalau tanamannya seperti tanaman selasih, bunga tahi ayam atau bunga marigold, geranium, sereh, bunga lavender dan tanaman lain yang tidak disenangi nyamuk,” paparnya.

Khusus gerakan PSN, ia menimpali merupakan gerakan utama untuk mengurangi jumlah nyamuk yang ada di lingkungan tempat tinggal. Gerakan PSN harus dilakukan di setiap rumah tangga di bawah bimbingan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

“Sekarang ini masih banyak persepsi bahwa fogging adalah cara paling efektif dalam memberantas nyamuk Aedes. Perlu diingat bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan masih meninggalkan jentik nyamuk yang kelak akan menjadi nyamuk dewasa,” pesannya.

Masalah penyakit DBD sangat erat kaitannya dengan masalah lingkungan dan kesehatan komunitas. Ia mengingatkan pencegahan penyakit DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh satu orang saja.

“Perlu kerjasama antara rumah tangga yang sadar akan kebersihan dan pemerintah setempat agar terus menjaga kesehatan komunitas dan lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved