Atbah Sebut Pemkab Sudah Lakukan Kerjasama Dengan Polisi Untuk Cegah Pekat

H Atbah Romin Suhaili Lc, mengaku sudah melakukan berbagai langkah guna mencegah pekat bersama dengan Polres Sambas

Atbah Sebut Pemkab Sudah Lakukan Kerjasama Dengan Polisi Untuk Cegah Pekat
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Kapolda Kalbar, Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Sambas. 

Atbah Sebut Pemkab kerjasama dengan Polisi untuk Cegah Pekat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Mendengar keprihatian Kapolda Kalbar terkait persoalan Penyakit Masyarakat (Pekat) di Sambas Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc, mengaku sudah melakukan berbagai langkah guna mencegah pekat bersama dengan Polres Sambas.

“Kami subuh melakukan razia pekat bersama Polres Sambas. Mulai hotel, penginanapan. Terakhir kami datangi ke tanah hitam. Jam 3 subuh kami,” kata Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc saat menerima kunjungan silahturahmi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono pada Senin (11/2/2019) malam di aula Kantor Bupati Sambas.

Selain itu Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc juga menyampaikan bentuk kepedulian Polres Sambas di daerahnya sangat banyak.

Hal itu dilakukan guna pendekatan kepada masyarakat.

Baca: KPU Pastikan Pencoretan Mandala Shoji Sesuai UU Pemilu

Baca: Temuan Mayat di Singkawang, Pihak Keluarga Sempat Melaporkannya ke Pihak Berwajib

Baca: Pasca MA Tolak Kasasi Terdakwa First Travel, Pengacara Pertanyakan Solusi Bagi 63 Ribu Jamaah

“Polres Sambas sangat perhatian pada disabilitas, ada komunitas pemancing. Ada mancing bareng. Itu semua inisiatornya Polres Sambas,” ujar Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc.

“Ada juga Car Free Day. Polres Sambas banyak membantu anak sekolah meyebrangi anak sekolah. Profesi polisi sangat membanggakan. Mudah-mudahan ada kesempatan, anak Sambas bisa diproritas menjadi Polisi. Beliau pak Kapolda Kalbar ini adalah putra daerah Kalbar, ini sungguh membanggakan kami,” ucap Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc di hadapan para tokoh masyarakat.

Sementara Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas H Abdul Gafar juga sependapat dengan Kapolda Kalbar, ia menilai pekat di Kabupaten Sambas harus sama-sama mengantisipasinya.

“200 orang cerai dalam sebulan. Ini kita Harus sama-sama menertibkanya. Apalagi di tambah adanya informasi hoaks sangat banyak. Sambas masih perlu perhatian khusus, karena sambas yang merupakan pemekaran Kota Singkawang,” kata Tokoh Masyarakat Sambas ini.

Kemudian H Abdul Gafar juga menuturkan dirinya sangat prihatin adanya kasus perceraian dalam 1 bulan bisa 200 orang yang cerai, ini akibat dampak dari situasi penyakit masyarakat, hal ini perlu perhatian khusus serta bimbingan masyarakat mencegah kenakalan anak-anak remaja.

Terkait keberadaan Sambas‎ merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. H Abdul Gafar juga menuturkan kalau Sambas masih belum mendapatkan insfrastruktur belum memadai, maka sangat perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved