Rp 114 Juta Duit Palsu Tersebar di Tiga Wilayah, Tersangka Mampu Kredit Mobil Baru

Namun, ketika ditanyai Kapolda, Hus hanya terdiam dan mengangguk terkait pembelian mobil ini, tak banyak kata yang ia ucapkan.

Rp 114 Juta Duit Palsu Tersebar di Tiga Wilayah, Tersangka Mampu Kredit Mobil Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Prees Conferens Pengungkapan Upal di Mapolda Kalbar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak; Farryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Di hadapan awak media Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menjelaskan, keempat tersangka uang palsu telah menyebarkan uang palsu sebesar Rp 114 juta di tiga wilayah (Kabupaten Kubu Raya, Mempawah dan Kota Pontianak).
Uang palsu tersebut dari Rp 200 juta yang telah diproduksi para tersangka.

“Satu di antara keempat tersangka yang berinisial Hus merupakan residivis kasus serupa di tahun 1991 dan pernah menjalani hukuman penjara di Kabupaten Sambas di tahun tersebut,” terang Irjen Pol Didi Haryono saat gelaran press conference di Mapolda Kalbar, Senin (11/2/2019).

Tersangka SJ, SW, HA dan MN, beserta barang bukti (BB) dalam kasus uang palsu (Upal) pada press rilis pengungkapan pengedar Upal, di Mapolres Mempawah, Minggu (10/2/2019).
Tersangka SJ, SW, HA dan MN, beserta barang bukti (BB) dalam kasus uang palsu (Upal) pada press rilis pengungkapan pengedar Upal, di Mapolres Mempawah, Minggu (10/2/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO)

Bahkan bersangkutan yang mengaku sebagai supir taksi, dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, berhasil membeli satu unit mobil baru dari hasil mengedarkan uang palsu ini.
"Ternyata, satu tersangka ini, sudah bisa kredit mobil juga dari hasil kembalian belanja uang palsu itu," ungkapnya.

Namun, ketika ditanyai Kapolda, Hus hanya terdiam dan mengangguk terkait pembelian mobil ini, tak banyak kata yang ia ucapkan.

Untuk pembuatan uang palsu sendiri, ia mengatakan bahwa uang tersebut dibuat oleh Sun yang tak lain juga merupakan kerabatnya.

Baca: BI Imbau Warga Kalbar Teliti Uang Palsu

Baca: Waspadai Uang Palsu Jelang Pemilu 2019, Kapolda: Untuk ‘Serangan Fajar’

Selanjutnya, Satuji mengaku, bahwa dalam pembuatan uang palsu itu ia hanya bermodalkan uang asli Rp 200 ribu untuk membeli berbagai keperluan tambahan untuk melancarkan produksinya membuat uang palsu.

Saat ini, seluruh barang bukti uang palsu serta peralatannya, dan bahkan mobil kreditan hasil peredaran uang palsu tersebut sudah di amankan pihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, Jumat (8/2), Tim Jatanras Polsek Anjungan, Kabupaten Mempawah, berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu yang berusaha mengedarkan di Pasar Anjungan. Sindikat pengedar uang palsu tersebut ditangkap jajaran Polsek Anjungan setelah menerima laporan masyarakat.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved