Olshop-er Harap Kenaikan Tarif SMU Tak Ganggu Layanan dan Berimbas Naiknya Tarif Ekspedisi

Naiknya tarif Surat Muatan Udara (SMU) sempat membuat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia

Olshop-er Harap Kenaikan Tarif SMU Tak Ganggu Layanan dan Berimbas Naiknya Tarif Ekspedisi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
JNE 

Olshop-er Harap Kenaikan Tarif SMU Tak Ganggu Layanan dan Berimbas Naiknya Tarif Ekspedisi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Naiknya tarif Surat Muatan Udara (SMU) sempat membuat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) protes. Boikot pengiriman barang via kargo udara pun sempat dilakukan.

Kondisi ini ternyata agaknya berimbas pada konsumen. Beberapa pegiat online shopping atau olshop-er, mengaku mengalami keterlambatan pengiriman paket.

Satu di antaranya adalah Putri (26). "Ada beberapa barang yang sampai hari ini belum sampai," ujarnya, saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (11/02/2019).

Baca: Kapolda Sebut Kasus Upal Extra Ordinary Crime dan Ancam Kedaulatan Negara

Baca: BMKG Prakirakan Hujan Disertai Petir di Beberapa Wilayah di Ketapang

Baca: Pembelaan Moeldoko Atas Kritikan Fadli Soal Medali Kemerdekaan Pers diterima Jokowi

Ibu rumahtangga yang bermukim di sekitar Jalan Tanjung Raya II ini, mengutarakan, sekira sepekan lalu dirinya membeli beberapa pakaian di marketplace. Toko yang dipesannya sendiri berbasis di sekitaran Bandung.

Dalam kondisi normal, katanya, paket tersebut sudah akan sampai dalam sekitar tiga sampai lima hari. "Tapi sampai hari ini, cek di statusnya barang masih ada di Bandung," lanjutnya.

Iapun mengaku cukup kesulitan. Sebab, katanya, barang tersebut sedianya akan kembali dikirimkan kepada kerabatnya di daerah.

Ia sendiri mengaku tak mengetahui pasti di mana permasalah yang menyebabkan keterlambatan tersebut. Hanya saja, ia memperkirakan bisa saja kondisi itu juga ekses dari kisruh terhadap naiknya tarif SMU di penerbangan.

Sebab, dalam beberapa hari terakhir dirinya mendapati informasi bahwa ada beberapa perusahaan penyedia jasa pengiriman barang, seperti JNE yang sempat menghentikan layanan. Informasi itupun bertebaran di media sosial, terutama di kalangan olshop-er.

"Kalau kami yang biasa belanja online sih tentunya harapannya layanan tetap seperti biasa. Paling penting ya tarifnya kalau bisa tidak naik. Kalau naik, tentu pelanggan juga yang akan merasakan dampaknya," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved