Komunitas Kreasi Sungai Putat Kolaborasi dengan 'Sutan Betapa' Wujudkan Sungai Putat Bersih

Kita membentuk unit usaha, agar mendapatkan manfaat dari apa yang sudah kita olah dan sejauh ini sudah sebanyak 135 rumah

Komunitas Kreasi Sungai Putat Kolaborasi dengan 'Sutan Betapa' Wujudkan Sungai Putat Bersih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sertifikat penghargaan diberikan kepada Kelurahan Siantan Hilir, sebagai program kampung iklim utara 

Komunitas Kreasi Sungai Putat Kolaborasi dengan 'Sutan Betapa' Wujudkan Sungai Putat Bersih 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Menjaga parit bersih adalah harapan terbesar bagi semua mahluk hidup dan tentunya perlu penjagaan dan kesadaran atas perhatian tersebut.

Melihat kondisi parit yang bersih dan sehat adalah tujuan terbesar bagi komunitas Kreasi Sungai Putat (KSP). Ketua KSP, Syamhudi, patut berbangga atas keberhasilan dan dan penghargaan yang diapresiasi oleh pemerintah terhadap usaha komunitas yang sadar akan peduli lingkungan.

Syamhudi mengatakan, tetap akan ada program lanjutan gerakan terkait pengelolaan sampah yang tidak terpakai dari parit-parit yang kotor. Dengan mengajak masyarakat, untuk ikut andil dalam mengelola sampah menjadi energi terbarukan dan diolah menjadi kompos yang dapat dijual kembali.

"Kita membentuk unit usaha, agar mendapatkan manfaat dari apa yang sudah kita olah dan sejauh ini sudah sebanyak 135 rumah yang turun dan tergerak dengan kegiatan kita," ujar Syamhudi, Senin (11/2/2019).

Baca: TERPOPULER - LIDA 2019, Ramalan Zodiak, Hingga Laga Manchester City Vs Chelsea

Baca: Anang Hermansyah Gelar Pertemuan Tertutup Bahas RUU Permusikan, Petugas Larang Awak Media Meliput

Baca: Live Streaming Persib Vs Persiwa Wamena, Segera Berlangsung! Babak 32 Besar Piala Indonesia

Lanjutnya, melalui kegiatan tersebut KSP juga berkolaborasi dengan kelurahan yang diberi nama "Sutan Betapa" atau Sungai Putat bersih dan tanpa sampah. Dimana kegiatan ini sudah dilakukan di kelurahan binaan di RW 25, Siantan Hilir.

Syamhudi menjelaskan, ada kegiatan lainnya yaitu dengan adanya Penguatan green economy collectiv yang terbentuk, diharapkan masyarakat akan mendapatkan manfaat dari lingkungan yang sudah di kelola.

"Sumber yang kita kelola memanfaatkan sampah organik dan non organik, keluarannya itu menjadi kompos. Jadi kita bisa menjual komposnya kembali," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, lokasi yang dipakai adalah lokasi masyarakat, yang di pinjamkan kepada kawan-kawan yang berada di Darma Putra lima dan Darma Putra empat, RW 26 Siantan hilir.

"Disitu sudah terbentuk pemahaman real nya dari manfaat yang kita berdayakan dan tingkat persuasinya yang juga tinggi," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved