Instalasi Pengolahan Air Ambruk, Dinas PUPR: Tunggu Arahan

Kepala Bidang Cipta Karya, A. Rahim mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dan petunjuk dari Pemerintah Daerah

Instalasi Pengolahan Air Ambruk, Dinas PUPR: Tunggu Arahan
TRIBUNPONTIANAK/DAVID
Bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mempawah yang ambruk, di Jalan Gusti Ibrahin Tsafiudsin (Tanjung Berkat), Kecamatan Mempawah Hilir, Senin (11/2/2019). 

Instalasi Pengolahan Air Ambruk, Dinas PUPR: Tunggu Arahan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mempawah ambruk.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, A. Rahim mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dan petunjuk dari Pemerintah Daerah.

Baca: Berusia 10 Tahun Intalasi Pengolahan Air Ambruk, Trisna Jaya: Akibat Pondasi IPA PDAM Turun

Baca: VIDEO: Bupati Mempawah Tinjau Lokasi Ambruknya IPA PDAM

Baca: BREAKING NEWS - Instalasi Pengolahan Air Milik PDAM Ambruk

"Kita menunggu arahan dan petunjuk atasan, dari beliau (Bupati-red) baru nantinya kita bertindak. Sementara ini kita hanya bisa memantau, melihat kondisi kerusakan yang ada. Langkah-langkah perbaikan nanti akan kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah," ujar A. Rahim saat diwawancarai Tribun, di Kantor PDAM Jalan Gusti Ibrahin Tsafiuddin, Mempawah Hilir, Senin (11/2/2019).

Rahim berharap perbaikan ini bisa secepatnya bisa diperbaiki, karena jika tidak ini akan menghambat proses pelayanan.

"Ambruknya IPA ini, kemungkinan karena kualitas material dan dimensi pondasi yang tidak mampu menahan beban. Karena beban ini kan konstan, kapasitas IPA memproduksi 20 liter per detik," jelasnya.

Selain itu, Rahim mengatakan bahwa  pemeliharaan yang dilakukan juga sudah cukup baik, namun memang terkait kualitas bangunan ini juga kurang kuat.

"Karena menggunakan cor gantung, dan beberapa besi pondasi juga kecil. Sehingga tidak bisa menahan beban yang konstan, tak pernah berubah setiap harinya," tambahnya.

Rahim berharap perbaikan bisa cepat dilakukan, dan desain pondasi yang dipakai bisa lebih baik lagi.

"Agar bisa bertahan hingga 20 tahun, karena ini merupakan target pembangunan yang semestinya," tutup Rahim.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved