BI Imbau Warga Kalbar Teliti Uang Palsu

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D

BI Imbau Warga Kalbar Teliti Uang Palsu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO
Tersangka SJ, SW, HA dan MN, beserta barang bukti (BB) dalam kasus uang palsu (Upal) pada press rilis pengungkapan pengedar Upal, di Mapolres Mempawah, Minggu (10/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak; Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat melakukan penukaran uang tunai di tempat penukaran resmi, seperti kantor perwakilan Bank Indonesia, kantor cabang bank maupun pihak lain yang ditunjuk. Hal ini ditujukan untuk menjamin keaslian uang yang diterima masyarakat.

"Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, diterawang," tutur Kepala perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Prijono saat gelaran press conference di Mapolda Kalbar, Senin (11/2/2019).

Baca: Waspadai Uang Palsu Jelang Pemilu 2019, Kapolda: Untuk ‘Serangan Fajar’

Baca: Ditangkap BNN, Ternyata Upah Kurir 3,4 Kilogram Sabu Hanya Segini

Ia menyatakan, bagi masyarakat yang ingin mengenali uang palsu sangatlah mudah. Cukup dengan meraba dan menerawang uang palsu tersebut, maka dapat dibedakan uang asli dengan uang yang palsu.

"Masyarakat kalau menemukan peredaran uang palsu, jangan takut untuk melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat atau bank Indonesia agar bisa dengan cepat dicegah dan pelakunya diproses hukum," tandas Prijono.

Ia menyarankan masyarakat bila bertransaksi dengan jumlah uang yang besar, jangan tergesa - gesa. Dan jangan bertansaksi di tempat yang gelap karena susah melihatnya. “Bila masyarakat mau menukar uang, hendaknya ke tempat penukaran atau lembaga keuangan yang berizin,” tuturnya.

Terakhir, bila masyarakat mendapatkan uang palsu agar segera melaporkan ke pihak berwenang yakni kepolisian. "Jangan segan-segan untuk melaporkan upal. Karena Rupiah itu adalah Kedaulatan Negara Ripublik Indonesia, kedaulatan negara. Jadi kita cegah agar tidak dipalsu kan,"tegasnya.

Uang palsu sendiri tak memiliki nilai / tak bernilai, sehingga bila masyarakat mendapatkan uang palsu, maka pihak BI tidak bisa mengganti kerugian masyarakat, oleh sebab itu, pihaknya kembali menekankan, agar masyarakat lebih berhati - hati dalam bertansaksi.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved