Apresiasi Pengungkapan Uang Palsu, Dewan Kota Minta Polisi Tumpas hingga ke Akar

Ia menilai peredaran uang palsu sangat meresahkan dan berdampak langsung kepada masyarakat, terlebih masyarakat kecil.

Apresiasi Pengungkapan Uang Palsu, Dewan Kota Minta Polisi Tumpas hingga ke Akar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sisa barang bukti uang palsu yang diduga dibakar istri tersangka untuk menghilangkan barang bukti yang dibawa anggota Polsek Anjungan usai pengembangan tempat produksi uang palsu di rumah tersangka di Gang Flexi, Jalan 28 Oktober, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (8/2/2019) sore. Kurang lebih Rp 180juta uang palsu beredar di Kota Pontianak dan Mempawah dari Rp 200juta yang diproduksi tersangka, bahkan rencananya uang tersebut akan dijual tersangka kepada Caleg untuk money politik. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak; Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Anggota DPRD Kota Pontianak, Mashudi yang biasa disapa Lonjong mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap peredaran uang palsu (upal). Mashudi mengharap, pihak kepolisian dapat menumpas jaringan ini hingga ke akar-akarnya.

Ia menilai peredaran uang palsu sangat meresahkan dan berdampak langsung kepada masyarakat, terlebih masyarakat kecil.

Karena para pengedar uang palsu ini selalu mengincar para pedagang kecil yang sedang lengah dalam berjualan.

"Kami sangat aprisiasi kenerja kepolisian, uang palsu ini merupakan kejahatan yang merugikan masyarakat, di mana korbanya warung - warung kecil, kasihan masyarakat pedegang kecil kita. Maka dari itu ini harus ditumpas sampai ke akar-akarnya biar tidak meresahkan," imbuhnya, Senin (11/2)

Mashudi yang juga kerap disapa Lonjong.
Mashudi yang juga kerap disapa Lonjong. (TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI)

Baca: Rp 114 Juta Duit Palsu Tersebar di Tiga Wilayah, Tersangka Mampu Kredit Mobil Baru

Baca: BI Imbau Warga Kalbar Teliti Uang Palsu

Baca: Waspadai Uang Palsu Jelang Pemilu 2019, Kapolda: Untuk ‘Serangan Fajar’

Ia pun mengharapkan masyarakat dapat turut aktif masyarakat untuk dapat memberikan informasi ke pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus ini.

"Dalam hal ini, masyarakat saya harap dapat ikut bekerja sama membantu kepolisian, bila ada yang mencurigakan, ada gerak - gerik warga yang terindikasi peredaran uang palsu, cepat laporkan ke pihak kepolisian, agar bisa di tindak lanjuti," jelasnya.

Mashudi juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai uang yang diterima dari pihak lain, karena disinyalir peredaran uang palsu sedang marak saat ini. Dia meminta masyarakat untuk membeli ataupun menukar uang hanya di bank pemerintah maupun swasta, serta tempat penukaran uang resmi.

“Masyarakat juga harus selalu waspada dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang guna meminimalisasi terjadinya penipuan uang palsu,” ujarnya. Dia menegaskan, Polri harus mengusut tuntas sindikat uang palsu karena harus ada hukuman berat bagi pihak-pihak yang terlibat demi menimbulkan efek jera.

Sebelumnya, Jumat (8/2), Tim Jatanras Polsek Anjungan, Kabupaten Mempawah, berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu yang berusaha mengedarkan di Pasar Anjungan. Sindikat pengedar uang palsu tersebut ditangkap jajaran Polsek Anjungan setelah menerima laporan masyarakat.

Tersangka SJ, SW, HA dan MN, beserta barang bukti (BB) dalam kasus uang palsu (Upal) pada press rilis pengungkapan pengedar Upal, di Mapolres Mempawah, Minggu (10/2/2019).
Tersangka SJ, SW, HA dan MN, beserta barang bukti (BB) dalam kasus uang palsu (Upal) pada press rilis pengungkapan pengedar Upal, di Mapolres Mempawah, Minggu (10/2/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO)
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved