Citizen Reporter

Tim Volunter Keuskupan Agung Pontianak Antar Bantuan ke Korban Bencana Alam di Sungkung

Saat ini untuk logistik masih dibutuhkan terutama sembako. Beberapa bantuan sembako belum dr beberapa lembaga belum tiba di Sungkung

Tim Volunter Keuskupan Agung Pontianak Antar Bantuan ke Korban Bencana Alam di Sungkung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Tim Volunter Keuskupan Agung Pontianak mengantar bantuan ke korban bencana alam di Sungkung 

Citizen Reporter
Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Samuel

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Masih ingat dengan informasi yang disebarkan oleh Komisi Keuskupan Agung Pontianak terkait Bencana Tanah Longsor menimpa pemukiman warga di Desa Sungkung II Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, Kamis, 31 Januari 2019 Pukul 21.30 WIB ? Kabar tersebut diterima redaksi Komsos KAP dari Pastor Paroki Jagoi Babang, Pastor Jeneripitus, OFMCap melalui WhatsApp. 

Perlu diketahui bahwa Desa Sungkung termasuk dalam Wilayah Paroki Jagoi Babang dan Jagoi Babang merupakan salah satu paroki yang ada dalam Wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Menanggapi peristiwa kemarin hasil dana yang dikumpulkan oleh Keuskupan Agung Pontianak sudah dikirimkan oleh Tim Volunter Keuskupan bersama PSE.KAP (Pengembangan Sosial Ekonomi).

“Kita lakukan asesmen terkait kebutuhan mendesak terutama relokasi 12 rumah warga yang tertimbun dan rusak parah. Dan kemungkinan besar warga yang masih tergolong beresiko bencana longsor terdata 22 KK yang diminta oleh BNPBD Bengkayang dan Provinsi utk segera direlokasi. Selain itu kita juga tim volunteer memberi pengobatan bagi warga. Kita berharap pemerintah sesegera mungkin merealisasi rencana tindaklanjut dari pasca darurat bagi warga yg terkena musibah langsung,” kata Bruder Cris, MTB saat melakukan misi mengantar bantuan ke Sungkung.

“Saat ini untuk logistik masih dibutuhkan terutama sembako. Beberapa bantuan sembako belum dr beberapa lembaga belum tiba di Sungkung. Kevuali yg dibawa langsung dengan Helikopter dari pemerintah dan TNI,” ujarnya.

Baca: Shes Bro Meriahkan Rangkaian Millenial Road Safety Festival di arena Car Free Day Pontianak

Baca: VIDEO: Penampilan Jazz Muda Indonesia, Bawakan Instrumen Lagu Daerah

“Warga sudah beraktivitas seperti biasa. Hanya beberapa warga yang rumah nya mena longsor sedang membongkar rangka rumah yang bisa digunakan. Dari pihak pemerintah Desa dan Pemda Bengkayang dalam waktu dekat akan melakukan relokasi bagi warga yg terkna bencana 12 warga dan juga yang berisiko tinggi kena longsor ada 17 warga. Untuk jangka panjang seluruh warga akan direlokasi ditempat yang aman dari longsor mengingat daerah Sungkung berkontur tanah berbukit,” terangnya.

“Kendala dilapangan lebih terkait dg biaya transportasi menuju sungkung. Karena jalan darat msh berupa badan jalan sampai di Suruh tembawang kemudian menggunakan motor air dari Suruh tmebawang ke Sungkung dngan menelan waktu 3 jam apabila kita melewati entikong. Jika melewati jalur Siding maka hanya sampai di Tapot setelah itu dilanjutkan dg jalan kami kurang lebih 4 jam utk ke lokasi,” tambahnya.

Sebagai salah satu perangkat pastoral Keuskupan yang berperan aktif mengembangkan pelayanan sosial dan kemanusiaan, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak (PSE - KAP) bergerak cepat menanggapi kejadian yang menimpa warga Desa Sungkung akibat bencana tanah longsor, Kamis (31/1/2019) lalu. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved