Siswi SMP Dijual Seharga Rp 1 Juta, Ini Kronologi TPPO di Sandai

Mengetahui hal tersebut, HL pun langsung menemui korban dan korban pun menceritakan kejadian tersebut.

Siswi SMP Dijual Seharga Rp 1 Juta, Ini Kronologi TPPO di Sandai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Dua tersangka diduga sebagai mucikari yaitu NH (22) dan seorang wanita TH (23) yang diduga menjual korbannya TA (14) yang masih pelajar kepada HR (52) di sebuah kamar Losmen di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. 

Siswi SMP Dijual Seharga Rp 1 Juta, Ini Kronologi TPPO di Sandai

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Siswi  kelas 2 SMP berinisial TA (14) diduga menjadi korban tindak pidana prostitusi dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh kedua tersangka NH (22) dan seorang wanita TH (23) yang juga  warga Sandai diduga sebagai mucikari.

Akibat perbuatan yang melanggar hukum, tersangka dan mucikari saat ini ditahan di Mapolres Ketapang.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengatakan selain menahan kedua pelaku yang diduga sebagai mucikari, anggotanya turut mengamankan seorang pelaku yang diduga pelanggan HR (52).

"Kejadiannya itu pada hari Jumat (25/01) sekitar pukul 15.00 Wib korban ditemui oleh NH dan TH, 
Kemudian NH menyuruh korban ke kamar No. 12 di sebuah Losmen di Sandai karena ada seorang lelaki yang ingin bertemu. Kemudian korban diantar oleh TH ke Losmen dan didalam kamar sudah ada HR, setelah itu TH meninggalkan korban dan berkata ke korban 'aku nunggu diluar'," terang Eko membeberkan kronologinya, Minggu (10/2/2019).

Dijelaskan Eko, tersangka TH keluar kamar, HR pun langsung mengunci pintu kamar dan memberi uang dengan cara memasukkannya kedalam saku jaket korban. Kemudian HR menyetubuhi korban sebanyak satu kali.

Baca: Muhyidin: Sinergi CUKB Mendorong UMKM Kalbar

Baca: Dua Bulan Jelang Pemilu, Polsek Kelam Permai Gencar Sampaikan Imbauan

"Setelah itu korban keluar kamar dan telah ditunggu oleh tersangka TH. Kemudian korban menyerahkan seluruh uang pemberian HR kepada TH sejumlah Rp. 1juta. Dari uang tersebut tersangka TH memberi korban sebanyak Rp. 300 ribu. Dan membelikan tersangka NH satu lembar baju kaos," jelasnya.

Eko melanjutkan, bahwa kejadian tersebut ternyata telah dicurigai oleh anak HR yaitu HL.

Mengetahui hal tersebut, HL pun langsung menemui korban dan korban pun menceritakan kejadian tersebut.

"Setelah mendengar cerita korban, HL langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada pelapor yaitu orangtua korban. Mendengar hal tersebut pelapor pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ketapang guna diproses dengan hukum yang berlaku," terang Eko.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved