Uang Palsu di Mempawah

Pedagang Khawatir Peredaran Uang Palsu

Peredaran uang palsu (upal) belakangan ini mulai merambah ke Wilayah Kabupaten Mempawah.

Pedagang Khawatir Peredaran Uang Palsu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO
Seorang pedagang sembako, Ilyas saat ditemui di Pasar Tradisional¬† Sebukit Rama mempawah, Jalan Bawal, Kecamatan Mempawah Hilir, Minggu (10/2/2019). 

Pedagang Khawatir Peredaran Uang Palsu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Peredaran uang palsu (upal) belakangan ini mulai merambah ke Wilayah Kabupaten Mempawah.

Hal ini tentunya membuat khawatir sejumlah pedagang dan warga Kabupaten Mempawah.

Dimana pada hari Jumat (8/2) Polsek Anjongan menangkap 4 tersangka pengedaran uang palsu.

Seorang pedagang sembako di pasar tradisional Kabupaten Mempawah, Ilyas mengatakan dirimya sangat khawatir akan peredaran uang palsu ini.

Baca: VIDEO: PKK Singkawang Mendongeng di CFD

Baca: Citra Duani: Dermaga Feri Teluk Batang Direnovasi Tahun Ini

Baca: VIDEO: Hadiri Puncak Acara HUT Badan POM ke-18, Ini Harapan Wagub Kalbar

"Konsumen dan pedagang pastinya khawatir akan peredaran uang palsu ini, kita berharap pihak kepolisian bisa cepat selesaikan masalah ini. Karena ini bisa merugikan sekali, kita pedagang dapat uang palsu, barang kita dibawaknya, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga," ungkap Ilyas saat ditemui Tribun, di Pasar Tradisional  Sebukit Rama mempawah, Jalan Bawal, Kecamatan Mempawah Hilir, Minggu (10/2/2019).

Ilyas menuturkan terkadang mengalamu kesulitan dalam membedakan uang asli dan palsu. Menurutnya uang palsu ini ada gradenya, kalau grade A ini benar-benai mirip uang asli.

"Kita harap pemerintah dan pihak kepolisian, segera menindak tegas dan mencari dalang-dalang yang membuat uang palsu ini. Karena jika dibiarkan ini bisa merugikan, dan meresahkan semua pihak," imbuhnya.

Sejauh ini, Ilyas mengakui belum pernah mendapatkan uang palsu, namun terkadang Ia merasa tidak nyaman. Karena setiap pelanggan yang belanja, harus diperiksa uangnya.

"Kalau setiap orang belanja kita periksa ini kan, rasanya tidak etis. Dan jika ada uang palsu pun, kita tidak tau memang milik dia, atau dia dapat dari orang, sejauh ini saya tetap teliti dalam menerima uang," tegas Ilyas.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved