KPPAD Kalbar Antar NN Korban Penganiayaan Kembali Ke Rumahnya

Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak mengatakan, pihaknya telah mengantarkan NN

KPPAD Kalbar Antar NN Korban Penganiayaan Kembali Ke Rumahnya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Komisioner KPPAD Kalbar saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi. Sesaat setelah mengantarkan NN (11) Kembali kerumahnya. 

KPPAD Kalbar Antar NN Kembali Ke Rumahnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak mengatakan, pihaknya telah mengantarkan NN (11) kembali ke rumahnya.

NN adalah anak yang diduga dipukul oleh ibunya dengan menggunakan gagang cangkul, di Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi.

Eka yang dihubungi via telepon mengatakan, dari hasil perlindungan dan perawatan medis yang dilakukan oleh KPPAD Kalbar, tidak ditemukan adanya kekerasan fisik pada NN.

Baca: Meski Belum Terima Info Resmi Soal Seleksi P3K, Ketua DPRD Sanggau Harap Perekrutannya Profesional

Baca: Warga Senang Terima Info Terkait Wacana Penerimaan P3K

Baca: Pengusaha Rumah Makan Ceritakan Pengalamannya Pernah Dapatkan Uang Palsu

"Kesimpulan dari hipotrapi psikologis dan medis rumah sakit di Kota Pontianak, tidak ditemukan kekerasan fisik yang di alaminya. Tapi ada benturan sehingga menyebabkan lebam (Dimuka NN-Red)," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

"Kalau dari hipotrapi, anak itu berbicara natural. Ia menceritakan kronologis apa yang terjadi," sambungnya.

Eka mengungkapkan saat ini kondisi dari NN sudah jauh lebih baik. Sebagaimana diketahui, NN yang pada waktu itu di bawa ke Pontianak hanya memiliki berat badan 14,5 Kg.

Dan pada saat kembali ke Rumahnya, berat badan NN sudah naik menjadi 16 Kg. Eka pun mengungkapkan, bahwa dari hasil pemeriksaan kesehatan NN memang ada riwayat penyakit paru-paru basah.

Sementara itu, saat berada di Pontianak NN kata Eka juga diberikan terapi untuk Trauma Hilling.

"Kalau dari hasil trauma hilling itu, tidak ditemukan trauma yang berat pada NN. Ia tahu rasa takut itu timbul karena ia melakukan kesalahan pada ibunya," ungkapnya.

Sementara itu, jika berkaitan dengan masalah hukum terkait dugaan penganiayaan pada anak kandungnya sendiri. Eka menggunakan itu ia serahkan kepada pihak kepolisian.

"Kalau nanti ada masalah hukum di kemudian hari nanti itu bagian dari Polisi, kalau dari sisi KPPAD sudah kita lakukan, untuk memberikan pendampingan dan advokasi serta perlindungan kepada anak," tuturnya.

Di akhir wawancara, Eka mengungkapkan kepada masyarakat Sambas khususnya dan Kalimantan Barat umumnya, jika ingin pihak KPPAD datang Bersosialisasi mengenai perlindungan anak dan perempuan.

Eka mengatakan, pihaknya siap datang dan nanti Masyarakat bisa menghubungi KPPAD melalui email ataupun lainnya.

"Kalau ingin kita datang untuk sosialiasi, nantinya silahkan hubungi kami dan baik itu via inbox di Ig atau Facebook, ataupun email ke kppadkalbar@gmail.com, nanti kami siap datang. Yang penting siapkan tempat dan orang yang akan di sosialisasikan," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved