Pilpres 2019

Bantah Kebocoran Anggaran 25 %, Wakil Ketua TKN Sebut Prabowo Konyol Karena Tak Tunjukkan Bukti

Bukti bahwa Prabowo bukan cuma gagal mencari kejelekan pemerintah, tapi justru asyik menjelek-jelekan pemerintah

Bantah Kebocoran Anggaran 25 %, Wakil Ketua TKN Sebut Prabowo Konyol Karena Tak Tunjukkan Bukti
(KOMPAS.com/JESSI CARINA )
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding di Posko Cemara, Rabu (5/12/2018). 

Bantah Kebocoran Anggaran 25 %, Wakil Ketua TKN Sebut Prabowo Konyol Karena Tak Tunjukkan Bukti 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai, pernyataan Prabowo Subianto soal kebocoran anggaran hanya mencari sensasi.

Pasalnya, kata Karding, Prabowo sudah sering melontarkan isu tersebut sejak Pilpres 2014, namun tak kunjung melaporkannya ke penegak hukum.

"Ocehan itu ibarat barang sudah menjadi barang bekas karena pernah disampaikan pada Pilpres 2014. Konyolnya, Prabowo tidak pernah sekali pun menjabarkan bukti, apalagi melakukan pelaporan hukum," kata Karding melalui pesan singkat, Jumat (8/2/2019).

Ia menambahkan, tudingan kebocoran anggaran itu hanya digunakan Prabowo untuk menyerang Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019, bukan untuk memperbaiki negara dari masalah korupsi.

Karding mengatakan, selama ini pemerintah mengelola APBN secara transparan. Bahkan, pada tahun 2016 dan 2017, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada pemerintah atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

Ia mengklaim, APBN selama ini dikelola secara kredibel dan profesional. Setiap tahun BPK juga melakukan audit.

Baca: Sukiman Tersangka Dugaan Suap, Inilah Fakta Penetapan Hingga Perjalanan Politik Anggota DPR RI Ini

Baca: Bantah Prabowo Soal Kebocoran Anggaran 25 Persen, Wapres: Tidak Benar

"Bukti bahwa Prabowo bukan cuma gagal mencari kejelekan pemerintah, tapi justru asyik menjelek-jelekan pemerintah," ujarnya.

Karena itu, ia meyakini publik bisa membedakan ucapan yang substansif dengan yang sekadar mencari sensasi.

"Oleh karena itu, upaya Prabowo mendapat insentif elektoral dari gaya politiknya itu akan berujung pada kesia-siaan," ujar politisi PKB itu.

Halaman
12
Tags
TKN Jokowi
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved