Pilpres 2019

Undang 400 Kiyai dan Habib ke Istana, Jokowi Jelaskan Program Pemerintahan untuk Para Ulama

Tadi sudah disampaikan Ketua MUI DKI Jakarta, yang tanda tangan hari santri itu siapa? ‎Kami juga sudah kembangkan beberapa ekonomi keumatan

Undang 400 Kiyai dan Habib ke Istana, Jokowi Jelaskan Program Pemerintahan untuk Para Ulama
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Ratusan Kiyai dan Habib se Jadetabek, Kamis (7/2/2019) diundang ke Istana Negara 

Undang 400 Kiyai dan Habib ke Istana, Jokowi Jelaskan Program Pemerintahan untuk Para Ulama

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - ‎Presiden Jokowi Kamis (7/2/2019) mengundang 400 Kiyai dan Habib se-Jadetabek untuk silaturahmi dan makan siang bersama di Istana Negara.

Dihadapan para Kiyai dan Habib, ‎Jokowi kembali curhat soal dirinya yang disebut-sebut anti ulama serta kriminalisasi ulama.

Lagi-lagi dia mempertanyakan logika soal dirinya yang disebut anti ulama namun nyatanya dia yang menandatangani Kepres Hari Santri.

"Tadi sudah disampaikan Ketua MUI DKI Jakarta, yang tanda tangan hari santri itu siapa? ‎Kami juga sudah kembangkan beberapa ekonomi keumatan. Bank Wakaf Mikro kami kembangkan untuk ekonomi umat," ungkap Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengaku ‎mengecek langsung kondisi pondok pesantren serta hal-hal apa yang urgen dibutuhkan oleh para santri.

Baca: Soal Serangan Kepada Prabowo-Sandi, Pengamat: Mestinya Jokowi Jaga Originalitas, Bukan Emosional

Baca: GPS Dilarang, Ini Penjelasan Kakorlantas Soal Penggunaan yang Diizinkan

Tahun ini, mantan Wali Kota Solo itu berjanji bakal membuat balai pelatihan kerja khusus di pondok pesantren.

"Misalnya pondok ingin skill garmen, ya kita sediakan pelatihan garmen. Ada pondok ingin IT, ya kami siapkan peralatan yang berhubungan dengan IT. Seluruh pondok pesantren di tanah air akan kita sasar," paparnya.

Jokowi juga menyampaikan dirinya merupakan Ketua dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Menurutnya Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, dunia ekonomi syariahnya baru mencapai 5 persen. Sementara negara lainnya seperti Malaysia sudah 23 persen dan Arab Saudi sebesar 51 persen.

"‎Saya mau tahu kesulitannya dimana, tantangannya dimana, dan sudah saya ketuai sendiri. Namun tidak gampang ada banyak hal yaang harus diluruskan," tambah Jokowi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kerap Dituduh Anti Ulama, Jokowi Jabarkan Ekonomi Keumatan

Penulis: Theresia Felisiani

Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved