Kembali Berseteru, Adidas Gugat Skechers Gara-gara Desain Sepatu

Surat terakhir juga meminta angka penjualan sehingga adidas bisa membuat permintaan ganti rugi.

Kembali Berseteru, Adidas Gugat Skechers Gara-gara Desain Sepatu
Skechers
Skechers Goldie Peaks 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Skechers dan Adidas kembali berseteru, setelah setahun putusan Ninth U.S. Circuit Court of Appeals yang mememinta seri Skechers yang mirip Adidas Stan Smith ditarik dari pasar karena pelanggaran merek dagang.

Menurut The Fashion Law, Skechers mengajukan gugatan pekan lalu ke pengadilan federal di Los Angeles County, yang menyebut klaim Adidas soal pelanggaran pada sneakers Goldie-Peaks tidak beralasan.

Dalam gugatan pelanggaran terbaru, Adidas kembali mengklaim jika desain empat-garis pada panel samping model Skechers melanggar merek dagang Three Stripes Adidas

Adidas mengirim dua surat "pemberitahuan pelanggaran" kepada Skechers pada bulan November dan Desember 2018 yang berisi tuntutan penghentian produksi dan penjualan sepatu kets Goldie-Peaks.

Surat terakhir juga meminta angka penjualan sehingga Adidas bisa membuat permintaan ganti rugi.

Kedua surat menyatakan, kesamaan antara kedua desain dapat membingungkan konsumen untuk percaya bahwa produk Skechers, "dikeluarkan oleh, atau dengan sponsor atau persetujuan Adidas."

Contoh sepatu dengan garis-garis
THE FASHION LAW
Contoh sepatu dengan garis-garis

Di sisi lain, Skechers berpendapat, klaim tersebut "tidak berdasar" dan konsumen tidak akan punya alasan untuk percaya jika sepatu itu diproduksi oleh Adidas karena brand asal Jerman itu "hampir selalu" membuat garis-garisnya dengan warna yang sama.

Perusahaan alas kaki yang berbasis di California ini mengutip berbagai desain lain yang menampilkan panel bergaris kontras oleh merek-merek seperti Marc Jacobs, Gucci, Steve Madden, Tommy Hilfiger, dan banyak lagi.

Skechers juga mengatakan, ada "branding Skechers" yang terlihat pada sepatu Goldie-Peaks, sehingga membuat konsumen dapat membedakan antara Skechers dengan Adidas.

Skechers meminta pengadilan untuk melindungi kemampuannya dalam menjalankan bisnis secara sah sebagai perancang, pengembang dan pemasar gaya hidup dan sepatu atletik yang terkemuka--tanpa campur tangan dari Adidas.

Sementara itu, Adidas menolak mengomentari masalah ini. 

Editor: Arief
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved