Bocah yang Dijual Rp 248 Juta Telah Kembali, Ayah dan Ibunya Terancam Dipenjara

Polisi yang menanyai ayah si bocah berujar, pasangan itu sepakat anak itu dijual ke keluarga di Jinjiang seharga 120.000 yuan, atau Rp 248 juta

Bocah yang Dijual Rp 248 Juta Telah Kembali, Ayah dan Ibunya Terancam Dipenjara
South China Morning Post/Guancha.cn
Bocah yang dijual dengan harga Rp248 juta 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang kakek di Provinsi Fujian, Tiongkok, tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika bisa bertemu kembali dengan cucunya.

Sebab, sang cucu yang berusia tiga tahun itu selama sebulan menjadi milik orang lain setelah orangtuanya memutuskan menjualnya.

Beijing Youth Daily dikutip SCMP memberitakan Jumat (1/2/2019), polisi di kota Jinjiang mengembalikan bocah itu kepada kakeknya pada pekan ini.

Bocah itu awalnya dibesarkan oleh si kakek saat berusia delapan bulan. Karena suatu keadaan, orangtua anak itu memutuskan membawanya.

Pada Desember 2018, kakek anak itu yang tak disebutkan identitasnya mengunjungi putranya yang dipenjara akibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Saat kunjungan itulah, pria itu terkejut karena mengetahui putranya telah menjual cucunya sejak Januari 2018 kepada sepasang suami istri.

Polisi kemudian melacak bocah itu dan orangtua yang sudah membelinya pada Januari ini. Dari hasil tes DNA, diketahui hubungan anak itu adalah dengan sang kakek.

"Mengapa anak dan menantu saya sangat kejam? Saya dan istri siap membesarkan anak mereka jika tak sanggup. Mengapa mereka tega menjualnya?" keluh si kakek.

Polisi yang menanyai ayah si bocah berujar, pasangan itu sepakat anak itu dijual ke keluarga di Jinjiang seharga 120.000 yuan, atau Rp 248 juta.

Setelah sepakat menjual anak itu pada 17 Januari 2018, pasangan yang kini telah bercerai itu sepakat membagi uangnya masing-masing 60.000 yuan, sekitar Rp 124 juta.

Dalam kunjungan terakhir, kakek itu mengatakan putra dan menantunya bersikeras membawa sang cucu pergi karena mereka adalah orangtuanya.

Sebelumnya, mereka bakal membawanya pergi saat siang, namun bakal memulangkannya saat malam hari.

Kini, anak dan menantunya menghadapi tuduhan pidana. Kisah di Jinjiang bukan satu-satunya.

Pada Agustus 2018, seorang ibu ditangkap setelah menjual anaknya seharga 50.000 yuan, atau Rp 103,3 juta.

Media China memberitakan, ibu itu memutuskan menjual anaknya yang baru berumur tujuh bulan karena sudah capek membesarkannya. (Ardi Priyatno Utomo/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dijual Orangtuanya Rp 248 Juta, Bocah Ini Dipertemukan dengan Kakeknya"

Editor: Arief
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved