Korwil IMI Sanggau Gelar Baksos di Desa Pala Pasang, Ini Yang Dilakukan
Anggota DPRD Sanggau dari Fraksi Partai Demokrat itu menambahkan, saat menuju ke lokasi Baksos, banyak tantangan yang dilalui
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
Korwil IMI Sanggau Gelar Baksos di Desa Pala Pasang, Ini Yang Dilakukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Koordinator Wilayah Ikatan Motor Indonesia (Korwil IMI) Sanggau melaksanakan bhakti sosial (Baksos) di SD dan SMP di desa Pala Pasang, kecamatan Entikong, kabupaten Sanggau, belum lama ini.
“Kita membagikan buku-buku tulis dan alat tulis serta bola kaki, bola voly dan costum bola kaki dan voly untuk muda mudi setempat. seluruh pengurus Korwil IMI Sanggau hadir disana sekalian berkunjung ke Gun Tembawang dan Gun Jemak, ” kata
Koordinator Wilayah Ikatan Motor Indonesia (Korwil IMI) kabupaten Sanggau, Leonardo Agustono Silalahi SH MH, Selasa (21/1/2019).
Baca: Markas PMI Sanggau, Kekurangan Stok Darah Golongan 0 dan AB
Baca: Update Cuaca Di Kota Sanggau Hari Ini
Baca: Edi Kamtono Sebut Banyak Calo di Dukcapil, Ini Komentar Pesannya
Anggota DPRD Sanggau dari Fraksi Partai Demokrat itu menambahkan, saat menuju ke lokasi Baksos, banyak tantangan yang dilalui, seperti menyebrang dengan rakit dan jembatan-jembatan yang hanya sebatang kayu serta tanjakan yang tinggi-tinggi.
“Maksud dan tujuan kami baksos disana, untuk memotivasi anak-anak sekolah disana. terutama anak-anak calon murid SMP, yang semakin berkurang minat untuk melanjutkan ke SMP, ” tegasnya.
Leo sapaan akrabnya menjelaskan, ada beberapa faktor ketika berkunjung kesana dan menjumpai orang tua muridnya. Untuk calon murid SMP yang dari dusun Gun Tembawang dan dusun Gun Jemak misalnya.
“Jika melanjutkan sekolahnya, maka harus mempunyai tempat tinggal di Pala Pasang. karena murid yang dari luar Pala Pasang tidak memiliki tempat tinggal disana, sehingga mereka banyak mengurungkan niatnya untuk melanjutkan sekola ke tingkat SMP, ” ujarnya.
“Dan ketika saya konfirmasi dan bertemu kepada Kepala SMPN 5 satu atap Pala Pasang. beliau mengatakan mereka sangat membutuhkan Asrama untuk menampung anak-anak sekolah yang dari luar desa tersebut, untuk tempat tinggal mereka, ” tambahnya.
Kemudian, lanjutnya, bekerja di Negeri Jiran juga menjadi salah satu penyebab mereka tidak melanjutkan sekolah mereka, ada yang Baru SMP saja sudah mulai bekerja di sana, karena di sana katanya sangat menjanjikan.
“Harapan saya agar Pemerintah Daerah bisa memperhatikan Asrama untuk anak-anak sekolah tersebut. Dan termasuk juga rehab Asrama untuk anak-anak sekolah DI Gun Jemak yang saya kira sudah kurang layak huni utuk anak-anak SD. Semoga anak-anak dinperbatasan semakin Cinta NKRI, ” pungkasnya.