Dua Bocah Tersengat Listrik

Sabinah Terpental Saat Selamatkan Dua Anaknya yang Tersengat Listrik

Kompol Suanto menambahkan, terdapat dua korban pada peristiwa nahas ini yang mana keduanya merupakan abang dan adik.

Sabinah Terpental Saat Selamatkan Dua Anaknya yang Tersengat Listrik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YA' M NURUl ANSHORY
Puluhan warga sekitar sudah menunggu kedatangan jenazah Apen di kediamannya, Senin (21/1/2019) malam. 

Sabinah Terpental Saa Selamatkan Dua Anaknya yang Tersengat Listrik

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA- Kapolsek Sungai Raya Kompol Suanto membenarkan atas peristiwa meninggalnya seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar karena tersengat listrik dari kawat layang - layang.

Suanto mengatakan bahwa kejadian ini terjadi pada sekira pukul 16.30. WIB, yang mana kejadian ini terjadi di samping rumah korban di Gg Keluarga RT005 RW001, Dusun Teluk Kapuas,  Kecamatan Sngai Raya.

Kompol Suanto menambahkan, terdapat dua korban pada peristiwa nahas ini yang mana keduanya merupakan abang dan adik.

Baca: Keterangan Saksi Mata, Korban Apen Sempat Minta Password WIFI Sebelum Tersengat Listrik

Baca: Detik-detik Evakuasi Korban Kapal Karam di Semitau, Kapuas Hulu

Yang pertama yakni Anselmus Stive (Abang) lahir di Sungai Raya pada 4 Juli 2007, dan yang kedua yakni Stefanus Hengki Setiawan (adik) lahir di Sungai Raya.

Nahas bagi Anselmus Stiven, nyawanya tak tertolong meski sudah menjalani perawatan maksimal dari pihak rumah sakit.

Sementara sang adik mengalami luka di tangan kanan dan leheer bagian belakang.

Suanto menerangkan bahwa kejadian ini bermula sekira jam 16.30 WIB dua orang korban yang sedang berada didalam rumahnya melihat sebuah layangan putus jatuh disamping rumahnya.

Lalu korban atas nama Asen nama panggilan Hengki keluar mengambil layangan tersebut yang disusul oleh apen (panggilan Stiven).

Baca: 8 Korban Kapal Karam Ditemukan, Kapolres: 0 Orang Yang Hilang Masih Dilakukan Pencarian

Baca: Sabinah Histeris Nyawa Putranya Tak Tertolong

"Saat tangan tersebut di pegang oleh kedua korban ternyata ada aliran listrik karena tali layang terbuat dari kawat dan nyangkut di kabel listrik PLN, kemudian ibu korban hendak menolong namun tepental,"ungkap Kompol Suanto.

Lalu ibu korban teriak teriak minta tolong warga sekitar kemudian warga sekitar membantu menolong korban dengan memutuskan tali layangan yang terbuat dari kawat yang nyangkut pada kabel listrik PLN.

"setelah itu kedua korban di tolong di bawa kerumkit menggunakan mobil pick up milik Rudi, namun salah satu korban an. Apen (Abang) meninggal dunia, sedangkan korban an. Asen (adik) di rawat di rumkit, dan untuk korban meninggal saat ini di rumah duka, sedangkan korban luka di rawat di rumkit," jelas Kompol Suwanto.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved