TRIBUN WIKI

Mahasiswa Ini Kembangkan Bakteri Basilus Sebagai Pengganti Pestisida Penyakit Tanaman

Mahasiswa ini memilih berfokus pada pemanfaatan bakteri yang juga bisa bermanfaat sebagai pengganti pestisida.

Mahasiswa Ini Kembangkan Bakteri Basilus Sebagai Pengganti Pestisida Penyakit Tanaman
TRIBUN PONTIANAK/ ISHAK
Mahasiswa Semester IX Prodi Biologi FMIPA Untan Pontianak, Florianus, saat ditemui di laboratorium biologi FMIPA Untan, Sabtu (19/01/21/2019). 

Mahasiswa Ini Kembangkan Bakteri Basilus Sebagai Pengganti Pestisida Penyakit Tanaman

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengembangkan penelitian skripsi yang bisa berdampak luas bagi jadi juga dilakukan Florianus.

Mahasiswa semester IX Prodi Mikrobiologi FMIPA Untan Pontianak ini, memilih berfokus pada pemanfaatan bakteri yang juga bisa bermanfaat sebagai pengganti pestisida.

"Saya berfokus pada bakteri untuk mengendalikan penyakit tanaman. Terutama bakteri Basilus untuk mencegah pertumbuhan patogen jamur," ungkap Florianus, Sabtu (19/01/2018).

Baca: Membanggakan, Berikut Prestasi Mahasiswa FMIPA Untan

Baca: Fakultas Pendidikan MIPATEK Motivasi Mahasiswa dalam Penguasaan IPTEK

Bukannya tanpa alasan. Bakteri Basilus Sp menurutnnya bisa menghasilkan metabolit sekunder yang bisa dikembangkan sebagai anti patogen yang menjadi penyebab penyakit tanaman.

"Bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan penyakit tanaman. Pada bakteri ini terdapat 37 jenis antibiotik yang bisa menghambat pertumbuhan patogen tanaman," katanya menjelaskan.

Senyawa antibiotik yang dihasilkan Bacillus sp beberapa di antaranya seperti basitrasin, pumulin, laterosporin, gramisidin. Selain itu, ada pula senyawa tirocidin yang efektif melawan bakteri gram positif serta kolistin dan polimiksin bersifat efektif melawan bakteri Gram negatif.

Senyawa lainnya seperti difficidin memilikis pektrum lebar, mikobacilin dan zwittermicin, mampu bersifat antijamur. Senyawa inilah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi 'obat' bagi serangan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur.

Dalam penelitiannya ini, ia memilih pemanfaatan bakteri Bacillus sp asal rizosfer pada tanaman lada (Piper ningrum). Ia, memanfaatkannya sebagai agen pengendali jamur Fusarium sp.

Jamur Fusarium sendiri menurutnya merupakan patogen tular tanah. Jamur ini, mampu hidup beberapa tahun dalam tanah, dan menyebabkan penyakit kuning pada tanaman.

Jamur ini menyerang akar dan daun. Juga menstimulasi nematoda tertentu yang membuat tanaman kekurangan unsur hara dan sebagainya.

Penelitiannya inipun menurutnnya sudah selangkah lagi mencapai formulasi sempurna. "Sudah 60 persen. Sudah sampai tahap pemurnian dan pengujian," ungkapnya.

Jika ini berhasil, katanya, ini akan bisa digunakan sebagai pengganti pestisida untuk memberantas hama dan penyakit tanaman. Sehingga produktivitas pertanian bisa lebih baik, dan juga lebih ramah terhadap lingkungan. (*)

Baca: Kuliah di Biologi FMIPA Untan, Hanafi Coba Temukan Tanaman Berpotensi Sebagai Penghancur Limbah B3

Baca: Tips dan Quote dari Steven Joses, Wisudawan Dengan IPK 4.00 FMIPA Universitas Tanjungpura

Penulis: Ishak
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved