GIC Trade Gelar Kompetisi Trading Berhadiah Total Rp 1,5 Miliar

Perusahaan yang berbasis di Singapura dan memiliki mitra lokal berlisensi ini tengah menjadi magnet bagi para trader

GIC Trade Gelar Kompetisi Trading Berhadiah Total Rp 1,5 Miliar
TRIBUNPONTIANAK/NINA SORAYA
Founder Global Investa Capital (GIC) Peter Tandean memberikan sambutan saat roadshow GIC Trade di Pontianak, Minggu (13/1). Dalam program perkenalan platform GIC Trade kepada masyarakat luas. GIC Trade akan mengadakan Trading Competition 2019. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Risiko dari trading secara online kian besar lantaran banyaknya broker ilegal yang merugikan nasabah. Namun belakangan teknologi blockchain dianggap mampu meminimalisir hal tersebut, yaitu GIC Trade.

Hal itu diungkapkan Founder Global Investa Capital (GIC) Peter Tandean saat memberikan edukasi kepada 170 trader di Hotel Star, Pontianak, Minggu (13/1/2019). Dia menyebut platform GIC yang dibangun pihaknya menyediakan transparansi dan bebas biaya kepada para penggunanya.

Baca: Polemik Harga Tiket Pesawat Yang Melonjak, Ini Tanggapan Asita Kalbar

Baca: Ini Dia 10 SKPD Pemrov Kalbar yang Dinilai Ombudsman, Empat di Antaranya Dapat Raport Merah

Selain itu, aplikasi ini juga mendapat sambutan baik dari Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Kliring Berjangka Indonesia (KBI) pemerintah dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan.

Perusahaan yang berbasis di Singapura dan memiliki mitra lokal berlisensi ini tengah menjadi magnet bagi para trader lantaran adanya transparansi. Lanjut dia, teknologi degan Metatrades 5 ini menawarkan aktivitas trading tanpa swap, tanpa komisi, dan spread yang rendah.

Selain itu, aplikasi ini memberikan opsi bagi trader untuk berganti posisi menjadi marketmaker. Hal ini memberikan peluang baru bagi para pengguna untuk mendapatkan keuntungan dalam trading.

“Sebelumnya marketmaker seseorang harus mendirikan sebuah perusahaan berlisensi dengan beberapa persyaratan sulit. Dan tentunya mendapatkan persetujuan legal dari pemerintah. Tetapi melalui fitur di aplikasi ini, seseorang bisa menjadi market maker,” ujar dia.

Dia melihat teknologi blockchain akan membawa revolusi pada industri pasar forex berjangka. Sama seperti dengan adanya internet, para trader dapat melakukan trading secara langsung dan instan melalui ponsel mereka.

“GIC Trade adalah platform gabungan antara Metatrader 5 dengan Blockchain. GIC Trade merupakan Plaform pertama dan satu satunya di Indonesia yang sangat memungkinkan terjadinya Peer to Peer Trading, dimana masyarakat sebagai trader akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang ambil peran sebagai market maker,” imbuhnya.

Namun GIC Trade baru akan diluncurkan pada April 2019 mendatang. Dalam program perkenalan platform GIC Trade kepada masyarakat luas. GIC Trade akan mengadakan Trading Competition 2019.

Kompetisi ini bersifat eksklusif untuk para pelaku pasar derivative di seluruh Indonesia, yang aktif bertransaksi dan ingin merasakan sensasi Platform Revolusioner GIC Trade, yang berbasis Blockchain.

Kompetisi diselenggarakan untuk menyaring trader handal dan profesional. Kompetisi perdagangan elektronik ini akan diselenggarakan selama 6 minggu.

Dibagi dalam 3 gelombang, masing-masing gelombang berlangsung selama dua minggu dan gratis. Gelombang pertama akan diselenggarakan pada tanggal 1-14 Februari 2019, gelombang kedua pada tanggal 15-28 Februari 2019 dan gelombang ketiga pada tanggal 1-15 Maret 2019.. Total keseluruhan hadiah yang disediakan dalam Trading Competition 2019 mencapai Rp 1,5 miliar. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved