Gerbang Tani Sarankan Pemprov Bentuk Kebun Induk Tiap Kabupaten Kota

"Saya yakin kalau mulai sekarang dimaksimalkan pengembangan tanaman buah, empat tahun lagi buah-buahan Kalbar tidak lagi impor," ujarnya

Gerbang Tani Sarankan Pemprov Bentuk Kebun Induk Tiap Kabupaten Kota
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Ketua Gerbang Tani Kalimantan Barat, Heri Mustari 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW Gerbang Tani Kalbar, Heri Mustari menuturkan sejak awal kepengurusan dilantik sudah melihat tanaman buah sebagai salah satu prioritas yang harus dikembangkan, karena selama ini perhatian anggaran dari pemerintah untuk tanaman hortikultura khususnya buah-buahaan masih minim jika dibanding tanaman pangan.

"Kalbar ini daerah tropis, secara syarat iklim, sangat layak untuk dikembangkan buah-buahan" ujar Heri Mustari, Ketua DPW Gerbang Tani Kalbar, Minggu (13/01/2019).

Baca: TRIBUN WIKI: Nikmati Gurihnya Empek-empek Nurali Pontianak

Baca: Tersangka JI Diamankan Reskrim Polsek Pontianak Timur Terkait Laporan Pencurian HP

Baca: Fakta-fakta Siswa SMA di Sintang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Selama ini menurut Heri, beberapa jenis buah-buahanan seperti lengkeng, alpukat, mangga lebih banyak didatangkan dari luar Kalbar, bahkan luar negeri, padahal lahan di Kalbar luas dan sangat cocok untuk tanaman-tanaman tersebut.

"Saya yakin kalau mulai sekarang dimaksimalkan pengembangan tanaman buah, empat tahun lagi buah-buahan Kalbar tidak lagi impor," ujarnya

Jika pasokan dari Kalbar, tidak impor, dia mengatakan masyarakat akan menikmati buah yang lebih segar karena tidak mengalami proses perlakuan paska panen seperti pengawetan atau percepatan pematangan buah.

Bahkan menurut Heri, sejak tiga tahun lalu Gerbang Tani Kalbar sudah menjalankan program sedekah bibit buah-buahan ke masyarakat, meskipun masih dalam skala terbatas baik jenis maupun produksi, karena produksi bibitnya juga terbatas dengan syarat lahan siap tanam baru diberi bibit.

"Kami juga menjalankan program pos penangkaran bibit buah-buahan desa, dengan melatih pemuda untuk menangkarkan bibit, agar sentra-sentra produksi bibit lebih dekat dengan masyarakat sehingga mengurangi biaya angkut. Sudah ada beberapa kelompok di beberapa desa yang jalan," ujarnya.

Gerbang Tani juga sudah mulai memetakan kawasan potensi buah-buahan per jenis sesuai dengan karakter lahan dan kebiasaan menanam masyarakat setempat. 

"Potensinya besar tapi selama ini masih menjadi tanaman selingan, hanya beberapa jenis saja yang sudah dikembangkan besar-besaran seperti jeruk dan langsat," imbuhnya

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved