Dapat Arahan Wapres RI, Ria Norsan Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1 Persen

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan menegaskan perekonomian Indonesia diperkirakan membaik dengan pertumbuhan ekonomi

Dapat Arahan Wapres RI, Ria Norsan Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1 Persen
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan saat hadiriĀ  Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Jumat (11/1/2019). 

Citizen Reporter

Kasubbag Pemberitaan dan Klarifikasi Bagian Publikasi Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekda Provinsi

Kalbar Rinto

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan menegaskan perekonomian Indonesia diperkirakan membaik dengan pertumbuhan ekonomi berkisar 5,1 persen dan tingkat inflasi 3,7 persen.

Hal ini sesuai arahan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) H Jusuf Kalla. Angka ini, kata dia, sangat bagus sekali dan pertumbuhan ekonominya dinilai sehat.

"Inflasi kecil, pertumbuhan naik dan pertumbuhan ekonominya sehat," ungkapnya saat diwawancarai usai hadiri  Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Mantan Bupati Mempawah itu menimpali jika inflasi tinggi walau terjadi pertumbuhan, maka kondisi itu tidak sehat. Perlu kebersamaan para pelaku ekonomi untuk lebih aktif.

Baca: Patroli Gabungan di Wilayah Kayan Hulu Sisir Lokasi Kost dan Tempat Nongkrong

Baca: Polisi Gandeng Petugas Poskamling Ciptakan Situasi Kamtibmas Jelang Pemilu 2019

Baca: HUT ke 1, Rapi Wilayah 10 Kabupaten Landak Siap Bantu Pemerintah

"Kebersamaan itu untuk menunjang keberhasilan ekonomi Kalbar khususnya, dan Indoensia pada umumnya," terangnya.

Terkait era digitalisasi, Norsan menambahkan untuk mendorong industri jasa keuangan agar bisa tumbuh lebih diperlukan penghematan anggaran dan efisiensi anggaran.

“Fokus pada hal-hal yang lebih banyak untuk peningkatan perekonomian Kalbar untuk mewujudkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa_red) di pedesaan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla mengatakan semua pihak dalam pertemuan tahunan ini harus bersyukur. Memasuki tahun baru, semua harus penuh optimisme dan harapan, kegembiraan meski ada juga tantangannya.

"Kita lihat pertumbuhan ekonomi angkanya 5,2-5,3 persen dan inflasi perkembangan sangat optimis di 2019. Walaupun mempunyai tantangan dari internal dan eksternal. Kita harus hadapi dengan kerja keras, kebersamaan dan apa yang dicanangkan harus optimis untuk menjadi bangsa yang besar," ungkapnya.

JK sapaannya menimpali Indonesia punya pengalaman di jasa keuangan. Pengalaman merupakan guru yang baik selama ini dan harus dipelajari.

"Kita tahu efek moneter tahun 97-98 sampai saat ini. Maka itu kita melakukan tindakan-tindakan, agar tidak ada krisis itu lagi. Apabila 20 tahun lalu krisis itu dibayar oleh pemerintah maupun masyarakat, maka tidak akan terjadi dan akan ditanggung sendiri. Itulah pelajaran pertama dan industri perdagangan pasti tahu," terangnya.

“Ke depan, harus lebih hati-hati dan pengawasan lebih ketat. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mengambil langkah lebih penting di industri keuangan dan bisa memberikan semua kewajiban,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved