Prostitusi di Pontianak

Prostitusi Online, Pegiat TI Kalbar Sebut Tantangan Besar Masyarakat Perkotaan

Terutama kebutuhan ekonomi yang timbul sebagai akibat budaya hedonis di tengah masyarakat perkotaan itu sendiri.

Prostitusi Online, Pegiat TI Kalbar Sebut Tantangan Besar Masyarakat Perkotaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Pegiat Teknologi Informasi di Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Prostitusi menjadi satu di antara permasalahan yang dihadapi masyarakat urban.

Hal inipun lantas menjadi tantangan Pontianak sebagai kota besar, terutama setelah diungkapnya praktik prostitusi online beberapa waktu lalu.

"Ini fenomena kehidupan masyarakat modern. Apalagi Pontianak ini, bisa dibilang masuk 10 kota besar di Indonesia," nilai pengamat sosial, M Sabran Achyar, Sabtu (12/1/2019).

Secara sosiologis, katanya, merebaknya praktik prostitusi online sejatinya berakar dari sikap mental masyarakat yang menginginkan bisa mendapatkan apa yang diinginkan secara instan.

Baca: Praktik Prostitusi Online, Mahmudin: Teknologi, Baik Buruknya Bergantung Penggunanya

Baca: Kapolres Kayong Utara Gelar Diskusi Bangun Desa Mandiri Bersama Pemkab dan Tokoh Masyarakat

Baca: Anggota DPRD Pontianak Desak Polisi Ungkap Kasus Prostitusi Online di Hotel Jalan Gajahmada

Terutama kebutuhan ekonomi yang timbul sebagai akibat budaya hedonis di tengah masyarakat perkotaan itu sendiri.

Sikap mental semacam ini, seakan tumbuh subur di masyarakat perkotaan.

Di mana kemewahan menjadi standar sosial dan gaya hidup.

Kondisi ini mendorong beberapa individu untuk tak menghiraukan norma-norma sosial.

Berani menabrak rambu-rambu sosial demi mencapai apa yang diinginkan secara instan, selama kebutuhan gaya hidup bisa dipenuhi.

"Mereka (para pelaku) relatif cenderung ingin mengubah nasib secara instan. Bagaimana dengan tarif yang ditetapkan, mereka bisa memenuhi kebutuhan gaya hidupnya di kota," katanya lagi.

Baca: Membanggakan, Berikut Prestasi Mahasiswa FMIPA Untan

Baca: Prostitusi Online di Pontianak Terungkap, Segini Tarif yang Dipatok Mucikari SA

Baca: Ratusan Jemaat Hadiri Kebaktian Kebangunan Rohani di Sekayam

Ada kecenderungan dan anggapan bahwa kebutuhan masyarakat perkotaan seakan memang lebih tinggi.

Meskipun itu sebenarnya hanya datang dari tuntutan gaya hidup urban saja.

Drive sebagai social climber ini, membuat beberapa individu tak ragu melakukan hal-hal yang melanggar norma sosial.

Termasuk menceburkan diri ke dalam dunia hitam prostitusi. (*)

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved