Dua Rumah di Beting Terbakar, Nila Kabur Sambil Teriak Api

Ketua RT Said mengatakan api bermula dari rumah seorang warga bernama Zulkarnain.

Dua Rumah di Beting Terbakar, Nila Kabur Sambil Teriak Api
istimewa
Kebakaran di Kampung Beting 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak; Yak/Dap

TRIBUNPONTIANAK.CI.ID, TRIBUN - Dua unit rumah di kawasan Jalan Tanjung Pulau, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, rata dengan tanah setelah dilahap api, Jumat (11/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Tak hanya itu, amukkan si jago merah juga sempat merembet ke bangunan lainnya di kawasan yang terkenal padat penduduk ini

Ketua RT 5 RW11, Muhammad Said (66) mengatakan, ia sudah 12 tahun menjadi ketua RT dan peristiwa kebakaran sudah kesekian kalinya terjadi. Said mengatakan api bermula dari rumah seorang warga bernama Zulkarnain, kemudian merembet kerumah Ramli (50).

Dua buah rumah warga hangus terbakar tanpa sisa dan satu buah banguan kontrakan 5 pintu turut terkena api dan rusak parah di RT5 RW11 Kelurahan Kampung Dalam Beting, Jl Tanjung Raya 1, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (11/1/2019) sore.
Dua buah rumah warga hangus terbakar tanpa sisa dan satu buah banguan kontrakan 5 pintu turut terkena api dan rusak parah di RT5 RW11 Kelurahan Kampung Dalam Beting, Jl Tanjung Raya 1, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (11/1/2019) sore. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya' M Nurul Anshory)

"Karena apinya begitu besar dan petugas pemadam belum datang, sampailah api membakar bangunan rumah kontrakan lima pintu milik Bu Celeng," tuturnya.

Said mengatakan kontrakan milik Bu Celeng itu terdapat satu kamar yang berada di lantai dua. "Kamar yang lantai dua itu habis rusak semua, dinding jebol, atap habis tebakar. Cuma dari segi fisik masih bediri saja," tuturnya.

Baca: Rusunawa Harapan Jaya Belum Diserahkan Pusat, Pengamat Minta Pemkot Proaktif

Baca: Martono : Relawan Demokrasi Bertugas Untuk Membantu KPU

Satu diantara warga yang menyewa kontrakan itu, Nilawati (54) tahun mengaku saat peristiwa kebakaran itu sedang tidur. "Saya lagi tidur, tiba-tiba cucu saya membangunkan bilang ada kebakaran," ujarnya yang saat itu langsung bangun lalu teriak kebakaran sambil berlari.

Di sebelah rumah Zulkarnaen terdapat rumah Ramli. Saat kebakaran anak Ramli yang bernama Intan (23) sedang mandi, ketika sedang mengenakan handuk dan ingin berpakaian Intan mengaku mencium aoram kabel terbakar.

"Begitu saya mencium aroma kabel listrik terbakar saya langsung keluar rumah, begitu saya lihat api di rumah pak Zulkarnaen sudah besar saya tak sempat selamatkan apapun lagi langsung lari menyelamatkan diri," tuturnya.

Intan mengatakan saat lari dari lokasi kejadian api belum membakar rumahnya, namun asap sudah mulai masuk membuatnya panik.

Intan yang bekerja sehari-hari sebagai penjaga konter mengaku sangat sedih karena tak sempat selamatkan barang berharga yang paling disayanginya.

"Dua bentuk cincin emas masing-masing seberat 9 gram dan sebentuk cincin emas putih seberat 7 gram habis terbakar," lirih Intan sedih.

Halaman
12
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved