Temuan Mayat

BREAKING NEWS - Terungkap Penyebab Tewasnya Syamsudin dengan Luka Menganga di Wajah

Jadi bukan karena pembunuhan ataupun penganiayaan, korban murni mengalami kecelakaan

BREAKING NEWS - Terungkap Penyebab Tewasnya Syamsudin dengan Luka Menganga di Wajah
Istimewa
Sandal barang bukti mayat Sekadau 

Di antaranya seperti sepeda motor, sendal, karung, sebuah parang untuk memetik buah, dan semuanya masih berada di sekitar korban saat ditemukan.

"Semua barang korban masih lengkap saat korban ditemukan. Barang-barang tersebut ditemukan tidak jauh dari sekitar korban," tuturnya.

"Dan pihak keluarga juga mengakui kalau korban sehari-harinya memang pergi memanen buah mentawak dengan cara memanjat, dan korban juga dikenal ahli memanjat di kampungnya," tukas Ginting. 

Baca: Pertanyakan Realisasi Listrik PLN, Dewan Sanggau Konsultasi Ke PLN Wilayah Kalbar

Baca: Valentino Rossi Prediksi Franco Morbidelli Akan Jadi Masalah di MotoGP 2019

Baca: BPJS Kesehatan Pontianak Tandatangani Komitmen Bersama Direktur RS dan Ombudsman

 

Luka Menganga di Wajah

Sebelumnnya, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan terbujur kaku si sebuah kebun yang berada di Sungai Hijau Desa Gonis Tekam Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (8/1) sekitar pukul 17:00 WIB.

Hal tersebut lantas membuat geger warga sekitar.

Mayat yang diketahui indetitasnya bernama Syamsudin (43) ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

Dimana wajah korban mengalami luka menganga. 

"Kondisi korban pada saat ditemukan yakni rahang sebelah kanan bergeser, rahang sebelah kiri patah, luka menganga dibagian wajah, leher bagian belakang atau tengkuk patah, dan tulang rusuk kanan bagian belakang remuk," ujar Anggon saat dimintai keterangan pada Rabu (9/1).

Korban yang diketahui berprofesi sebagai petani.

Korban merupakan warga Merapi I RT 003 RW 002 Desa Merapi Kecamatan Sekadau Hilir.

Dan ditemukan pertama kali oleh Zulkifli yang merupakan sepupu korban. 

Zulkifli sebelumnya berusaha mencari-cari korban karena tak kunjung pulang kerumah setelah pergi ke kebun sejak pagi hari. (*) 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rihard Nelson Silaban
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved