Pileg 2019

Khairul Abror: Tantangan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pada Pemilu 2019 Lebih Berat

Butuh kecermatan pemilih untuk memastikan tata cara pemberian surat suara yang benar di TPS

Khairul Abror: Tantangan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pada Pemilu 2019 Lebih Berat
Logo KPU 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Komisioner KPU Kota Singkawang yang membidangi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, Khairul Abror menuturkan tantangan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada Pemilu 2019 lebih berat karena semakin kompleksnya penyelenggaraan pemilu.

Pemilih akan berhadapan dengan lima jenis surat suara di TPS. 

“Butuh kecermatan pemilih untuk memastikan tata cara pemberian surat suara yang benar di TPS," katanya, Kamis (10/1/2019).

Baca: Hasil LSI Denny JA, Gerindra Optimis Ungguli PDI Perjuangan

Baca: Kapolres Sekadau Pimpin Upacara HUT Satpam ke 38

Sosialisasi dan pendidikan pemilih yang lebih masif dan intensif juga dibutuhkan untuk menurunkan angka suara tidak sah atau invalid vote dalam pemilu.

Sebanyak 54 orang telah mendaftarkan diri pada Relawan Demokrasi (Relasi) yang dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang pada 7 hingga 16 Januari 2019 di Kantor KPU Kota Singkawang, Jalan dr Sutomo.

Program Relasi yang melibatkan masyarakat sipil ini adalah gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih. 

"Relawan demokrasi ini, mereka akan menjadi pioneer demokrasi bagi komunitasnya,” tuturnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved