Citizen Reporter

Hadroh Kesenian Rebana Islami, Media Syiar Melaui Syair

Irama tabuhan rebana yang merdu dan khas membuat lantunan sholawat yang diiringi menjadi terasa syahdu dan menggetarkan jiwa.

Hadroh Kesenian Rebana Islami, Media Syiar Melaui Syair
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Hadroh yang selalu menjadi wadah silaturahmi bagi sesama penyuka hadroh. 

Citizen Reporter

Solla

Mahasiswa IAIN Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Hadroh adalah salah satu kesenian islami yang banyak digandrungi masyarakat saat ini, khususnya di kalangan remaja.

Irama tabuhan rebana yang merdu dan khas membuat lantunan sholawat yang diiringi menjadi terasa syahdu dan menggetarkan jiwa.

Kesenian hadroh merupakan suatu kesenian yang selalu dinantikan.

Banyaknya anak muda yang hobi memainkan seni Hadroh, menjadikan hadroh semakin dikenal baik di kalangan masyarakat.

Baca: Handi Desak Pemkab Sekadau Pecat Oknum ASN Terlibat Narkoba

Baca: Terbitkan 6 Buku Selama 2018, Aswandi Ingin Dikenang Setelah Wafat

Baca: Ditangkap Polisi Karena Edarkan Sabu, Inilah Pengakuan Kon Tjong Ni

Randi, satu diantara pemain hadroh juga mengatakan, kalau hadroh adalah kesenian islami yang patut untuk terus dijaga dan dikembangkan.

Menurutnya, hadroh adalah sebuah hobi, “Kalau saya sih, menganggap Hadroh jadi hobi, itu yang pertama,” sebutnya.

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa hadroh biasanya dimainkan saat pengajian sama halnya dengan rebana, hadroh hadir untuk mengisi hiburan saat maulid dan perayaan-perayaan besar. "karena saya tinggal di lingkungan madura, jadi tradisi hadroh tidak terlepas di lingkingan ini, " sambung Randi.

Saat memainkan hadroh, hal ini bisa menjadi media syiar melalui syair karena bermain hadroh bisa berdakwah melalui lirik sholawat dan lagu islami yang dibawakan, tuturnya.

Randi juga menjelaskan, untuk melestarikan Hadroh agar tetap bertahan melawan arus modernisasi, khususnya di kota Pontianak, adalah dengan cara menjaga silaturahmi, dengan membuat suatu perkumpulan.

Maka, hal itu direalisasikan olehnya dan teman-teman dengan membentuk suatu grup. Harapannya, "melalui wadah itu para pemuda-pemudi yang menyukai seni Hadroh dapat saling bertukar informasi dan menjaga silaturahmi," pungkas Rendi.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved