Berita Video

Bergelar Pangeran Anom, Hery: Pemberian Gelar Termasuk Pengamalan Pancasila

Hery menyambut baik atas penghargaan yang telah di berikan oleh pihak keraton kepada dirinya.

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dalam rangka mempererat hubungan dengan berbagai lini masyarakat serta menambah hubungan kekerabatan, Keraton Amantubillah Mempawah, dibawah kepemimpinan Pangean Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, mengdakan ritual Adat Budaya Toana, serta memberikan gelar kebangsawanan kepada 25 orang, di Keraton Amantubillah Mempawah, yang terletak di kelurahan pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Kamis (10/1/2019).

Ritual adat Toana di Keraton Amantubillah Mempawah berjalan dengan khidmat, ritual sakral ini di ikuti oleh kerabat kerjaan serta tamu undangan yang mendapatkan gelar kebangsawanan dari Keraton Amantubillah.

Kepala kantor Pencarian dan Pertolongannya (SAR) Pontianak Hery Marantika di anugrahi Yang Mulia Bhakti Amantubillah, dan di beri gelar Pangeran Anom.

Baca: Dampingi Warganya Perekaman di Disdukcapil, Oskarman: e-KTP Syarat untuk Memilih

Hery menyambut baik atas penghargaan yang telah di berikan oleh pihak keraton kepada dirinya.

Ia menilai, pemberian gelar ini juga merupakan salah satu wujud pengamalan Pancasila, yakni Sila ke 3, yang berbunyi Persatuan Indonesia 

"Kami menyambut sangat positif pemberian gelar ini, ini menunjukan dari aplikasi dari Pancasila yaitu sila ke 3, Persatuan Indonesia," tuturnya.

Dengan pemberian gelar kebangsawanan, ini menambah kedekatan antara SAR dan pihak Keraton.

Oleh sebab itu, Hery mengatakan bahwa pihaknya akan berbagi ilmu dan wawasan terkait SAR kepada pihak keraton.

Baca: Cinta Ditolak, Razak Lempar Norlinah dengan Kotoran Manusia

"Kita akan coba bangaimana ilmu SAR ini bisa masuk ke kerabat - kerabat kraton Amantubillah Mempawah ini, sehingga manfaatnya akan dirasa langsung oleh punggawa - punggawa yang ada di disini,"ungkapnya.

Terkait teknik penyelamatan khususnya di bidang perairan, Hery mengatakan tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan mengkolaborasikan Teknik SAR dengan informasi lokal budaya setempat.

"Kita mungkin akan melatih kerabat Keraton dengan teknik - teknik ilmu SAR sesuai dengan teknis yang nasional maupun internasional, dan nanti dari budaya akan kita sesuaikan"paparnya.

Dan menurutnya, kedekatan antara pihaknya dengan Mempawah cukup dekat, karena ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, banyak menangani kasus terkait tenggelam dan orang hilang di Kabupaten Mempawah.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved