Pontianak Wiki

TRIBUN WIKI : Kampung Tenun, Wisata Edukasi Baru Kota Pontianak

Kini Kota Pontianak mempunyai wisata edukasi baru yaitu “Wisata Kampung Tenun” di Jalan Khatulistiwa, Gang Sambas Jaya.

TRIBUN WIKI : Kampung Tenun, Wisata Edukasi Baru Kota Pontianak
ISTIMEWA
Seorang penenun warga Gang Sambas Jaya, di Kampung Tenun Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kini Kota Pontianak mempunyai wisata edukasi baru yaitu “Wisata Kampung Tenun”  yang letaknya berada di pinggiran kota Pontianak dekat perbatasan kota atau alamat lengkapnya berada di Jalan Khatulistiwa, Gang Sambas Jaya, Kecamatan Pontianak Utara.

Mahasiswa Jurusan PAI IAIN Pontianak, Umy Khalsum, meyakini masih banyak yang tidak tahu dimana sih Gang Sambas Itu.

"Gang Sambas Jaya terletak di tengah-tengah 2 (dua) tempat wisata yaitu tugu khatulistiwa dan makam kesultanan Pontianak. Kini Gang Sambas Jaya mudah ditemui karena gapuranya penuh warna dan dihiasi dengan gambar kain tenun songket," ujar Umy kepada Tribun, Rabu (9/1/2019).

Baca: Kota Pontianak Miliki Wisata Kampung Tenun, di Sini Tempatnya

Diketahui pada tanggal (16/12/2018) lalu “Wisata Kampung Tenun” sudah diresmikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Pada hari peresmian tersebut, juga diadakan “Aksi Pertamanan Massal dan Pesta Kuliner” kegiatan itu diikuti oleh setiap warga dengan antusias yang tinggi.

Selain itu Gang Sambas Jaya juga menyediakan beberapa spot foto kekinian.

Umy menjelaskan para penenun menenun dengan mesin tenun yang masih tradisional.

Baca: Inilah 10 Daya Tarik Wisata Pontianak

"Kini sudah ada 16 rumah, 22 alat tenun tradisional, dan 40 orang penenun," terangnya.

Umy juga mengatakan para penenun bisa menenun satu kain paling cepat dalam kurun waktu 4 minggu. Hasil tenunannya pun sudah tersebar di beberapa negara seperti di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Arab Saudi.

"Saya berharap Wisata Kampung Tenun bisa menambah ilmu pengetahuan tentang menenun dengan alat tenun tradisional dan agar generasi milenial bisa menjaga budaya," tutupnya. (*)

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved