Nilai Tukar Rupiah Melemah Setelah Sempat Menguat, Pelaku Pasar Harus Lebih Hati-hati

Lalu, yen Jepang melemah 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,1 persen, renminbi China minus 0,07 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,05 persen.

Nilai Tukar Rupiah Melemah Setelah Sempat Menguat, Pelaku Pasar Harus Lebih Hati-hati
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 14.148 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Selasa (08/01/2019) sore WIB.

Posisi ini melemah 65 poin atau 0,46 persen dari Senin (07/01/2019) di posisi Rp14.089 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang negara lainnya. Rupee India melemah 0,58 persen, won Korea Selatan minus 0,46 persen, baht Thailand minus 0,44 persen, dan dolar Singapura minus 0,18 persen.

Lalu, yen Jepang melemah 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,1 persen, renminbi China minus 0,07 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,05 persen.

Hanya peso Filipina yang menguat 0,03 persen dari dolar AS.

Baca: Hasil Drawing Piala Indonesia Babak 32 Besar! Persib Hadapi Tim Papua, Persija Lawan Tim Kejutan

Baca: Ingin Tubuh Gemuk? 4 Makanan Lezat Ini Bisa Tingkatkan Berat Badan

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang kompak bersandar pdi zona merah.

Hanya dolar Kanada yang melemah 0,14 persen dari mata uang Negeri Paman Sam.

Rubel Rusia melemah 0,54 persen, dolar Australia melemah 0,29 persen, euro Eropa minus 0,26 persen, franc Swiss minus 0,14 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,1 persen. D0

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.031 per dolar AS atau menguat dari kemarin sore di Rp14.105 per dolar AS.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan pergerakan rupiah berbalik arah ke zona merah karena pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah rupiah menjadi mata uang paling kuat di Asia kemarin.

Baca: Seorang Petani di Pemangkat Cabuli Wanita 16 Tahun, Ini Orangnya

Baca: Dokter Kecantikan Ingatkan Jangan Bersihkan Wajah Pakai Tisu Basah, Ini Alasannya!

"Apalagi secara teknikal, rupiah telah dua hari menguat dan sempat menyentuh Rp14.000 per dolar AS," terang Andri dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (08/01/2019).

Selain itu, pelaku pasar juga cenderung wait and see menanti rapat bulanan bank sentral AS, The Federal Reserve.

"Hal ini juga mendorong pelaku pasar untuk sementara melepas rupiah hari ini," katanya.

Kemudian, sentimen lain yang turut mempengaruhi pergerakan rupiah ialah kelanjutan perundingan dagang antara AS-China.

Hal ini membuat pelaku pasar lebih hati-hati dan beralih ke dolar AS. (*)

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved