Ekonomi Indonesia Diprediksi Membaik di 2019, Ini Alasannya

Rusliansyah D Tolove memaparkan beberapa alasan terhadap optimisme itu. ................

Ekonomi Indonesia Diprediksi Membaik di 2019, Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Rusliansyah D Tolove. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perekonomian nasional diprediksi akan sedikit membaik di 2019 ini. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalbar, Rusliansyah D Tolove memaparkan beberapa alasan terhadap optimisme itu. 

"Pertama, arah pemerintahan kita sekarang sudah benar. Dinilai oleh dunia, arah pembangunan kita sudah pas, tracknya sudah benar," ujar Rusliansyah D Tolove, Senin (08/01/2019).

Ia mengungkapkan, fokus pemerintah melalui infrastruktur jadi satu di antara langkah tepat itu. "Infrastruktur inilah sarana pembuka perkembangan ekonomi," katanya melanjutkan.

Infrastruktur, menurutnya, memang jadi satu di antara permasalahan krusial dalam menopang perekonomian nasional saat ini.

Baca: Empat Pemain Persipon Pontianak Jalani Trial Bersama Serawak FA

Baca: Baru Datang, Skutik Premium Honda 250 CC Seharga Rp 70 Jutaan Ini Langsung Terjual

Baca: 17 Januari Pedagang Pasar Beringin Akan Direlokasi ke Pasar Semi Modern

Kurangnya infrastruktur yang memadai, menjadi hambatan besar dalam proses petumbuban perekonomian.

Infrastruktur yang memadai mampu berikan efesiensi dalam proses bisnis ekonomi masyarakat. Terutama dalam mendukung lalulintas barang dan orang, sehingga memungkinkan memangkas biaya transportasi dan distribusi.

Produktivitas juga lebih baik karena jalur distribusi lebih lancar. Tidak tersendat berbagai hambatan yang umumnya muncul dari infrastruktur tak memadai.

Cost atau biaya juga bisa berkurang jauh. "Apabila aspek biaya ini bisa dikurangi, maka akan berpengaruh pada harga - harga d pasaran yang akan jadi lebih terjangkau,"

Namun dirinya akui ancaman dan hambatan tetap ada. Apalagi saat ini negara-negara di kawasan Asia Pasifik sangat mungkin terpengaruh dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang menurutnya sama-sama 'keras kepala'.

Ia juga mengutip pendapat yang menyatakan bahwa pada 2050 Indonesia diprediksi akan menduduki ranking 4 negara dengan ekonomi terkuat se dunia. Sebuah optimisme sekaligus harapan yang tinggi terhadap membaiknya perekonomian nasional.

"Tentunya itu (perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat) juga akan berdampak kepada kita. 
Tapi kalau pemerintah pandai dengan menggalakkan slogan cinta produk dalam negeri, itu akan menjadi hal yang positif bagi kita," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved