Cerita Theodora Agnes Monica Saat Sandang Putri Meimei Kalbar 2018

Saat ini selain aktif dibidang akademis dan Meimei Kalbar dia juga bekerja menjadi admin disalah satu kursus yang ada di Pontianak.

Cerita Theodora Agnes Monica Saat Sandang Putri Meimei Kalbar 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Theodora Agnes Monica Putri Meimei Kalbar 2018 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak Anggita Putri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Theodora Agnes Monica Mahasiswi semester dua disalah satu Perguruan Tinggi Pontianak.

Deret prestasi yang diraihnya yaitu selalu mendapat rangking dari SMP sampai SMA, Juara satu Fashion Road (kelompok), sekarang sedang menjabat sebagai Putri Meimei Kalbar 2018. Theodara tinggal di Jl Tanjungpura, Gang Sukadana No.19,  Selasa (8/1/2019).

Theodora dulu bersekolah di TK , SD, SMP Suster, dan SMA Santo Paulus Pontianak, lalu melanjutkan ke Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Pontianak.

Baca: Syahril Motivasi Ryan Untuk Disiplin Berlatih

Baca: Dapat Bantuan Instalasi Listrik, Wibisono Bisa Tekan Ongkos Produksi

Baca: Nilai Tukar Rupiah Melemah Setelah Sempat Menguat, Pelaku Pasar Harus Lebih Hati-hati

Saat ini selain aktif dibidang akademis dan Meimei Kalbar dia juga bekerja menjadi admin disalah satu lembaga kursus yang ada di Pontianak.

Ia juga mahir Bahasa mandarin dan Bahasa Tiociu ( bahasa sehari-hari).

Saat ini Theo sedang menjabat sebagai Puteri Meimei Kalbar 2018 dengan masa jabatan sampai 2019, dan kemarin juga baru selesai pemilihan semifinalis Gegemeimei Kalbar 2019.

"Motivasi saya mengikuti Gegemeimei Kalbar berawal dari seorang sahabat. Di tahun 2017 dia ikut duluan, kemudia saya melihat dia banyak sekali perubahan. Dari yang tomboy menjadi feminim, pengetahuan tentang budaya luas , karakternya jdi lebih kalem," ujar Theo kepada Tribun Pontianak.

Setelah terpilih tanggung jawab Theo sesuai visi misinya yaitu melestarikan budaya Tionghua, mengajak masyarakat ikut serta menyaksikan festival kebudayaan Tionghua.

"Kemarin saya sempat ke daerah Melawi, Sekadau, Sintang, Sanggau, Landak menghadiri Audisi anak-anak untuk Gegemeimei 2019," Ujarnya.

Biasa ada juga festival budaya Tionghua seperti Bakcang, kue bulan dan mereka turun langsung bagikan bakcang dan kue bulan ke masyarakat yang biasa dilakukan di perempatan lampu merah Jl. Gajahmada, Pontianak.

Festival budaya Tionghua dalam setahun itu dimulai dari Imlek, Cap gomeh, Cheng beng, Bakcang, Chinese valentine, Kue bulan , Double ninth , Onde-onde.

"Kegiatan biasanya di Sungai Kapuas serta bagiin bakcang kepada masayarakat sekitar," Ujar Theo.

"Kemudian ada Chinese Ghost Festival yang dimana ada sembahyang rampas tetapi kami biasa disana hanya sembayang kemudian melihat bebakaran di kapal Wangkang," Pungkasnya.

"Tujuan kegiatan kami adalah kami ingin menjaga, melestarikan budaya kami agar tidak hilang," ujarnya lagi.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved