Kalbar Kaya Buah Musiman, Sayang Belum Terkelola Baik

Belum adanya pola pengelolaan dan pengolahan yang baik terhadap komoditas musiman itu membuat harganya cenderung jatuh alias anjlok.

Kalbar Kaya Buah Musiman, Sayang Belum Terkelola Baik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pedagang memilihkan durian untuk pelanggannya di pasar buah Pasar Dahlia, Jl H Rais A Rahman, Pontianak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Buah musiman di Kalbar menjadi satu komoditas yang punya potensi besar untuk dikembangkan. Sayangnya, belum ada pola pengelolaan yang mumpuni agar nilai ekonomisnya lebih besar dan panjang.

"Kalbar ini potensinya besar. Termasuk buah-buahan musiman seperti durian dan sebagainya, yang sekarang sedang panen banyak," nilai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalbar, Rusliansyah D Tolove, Senin (07/01/2018).

Baca: Kadin Dorong PLBN di Kalbar Bisa Jadi Pelabuhan Ekspor

Baca: Harga Komoditas Lokal Belum Siuman, Tolove Nilai Perlu Dibangun Basis Industri Pengolahan di Kalbar

Baca: Sutarmidji Minta Proyek Infrastruktur Dikerjakan Sesuai Spesifikasi, Kalau Tidak Ini Akibatnya

Belum adanya pola pengelolaan dan pengolahan yang baik terhadap komoditas musiman itu membuat harganya cenderung jatuh alias anjlok.

Terutama saat masuk puncak masa panen.

Sayangnya, selain harga yang cenderung cepat menurun saat ketersediaan barang tengah melimpah, umur komoditas itu rata-rata juga tergolong singkat.

Rentan rusak sehingga cenderung tidak bisa disimpan dalam waktu yang sangat lama.

Karenanya, katanya, sudah saatnya pihak-pihak terkait berfikir tentang hilirisasi industri pengolahan komoditas-komoditas unggul di Kalbar itu. Sehingga bisa memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi masyarakat.

"Memang harus ada upaya tersendiri, bagaimana pada masa panen harganya tidak anjlok karena melimpahnya ketersediaan barang dalam satu waktu yang sama. Masyarakat juga harus mulai berfikir bagaimana ini bisa diolah, sehingga punya nilai ekonomis yang lebih panjang," pungkasnya. 

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved