Harga Komoditas Lokal Belum Siuman, Tolove Nilai Perlu Dibangun Basis Industri Pengolahan di Kalbar

Permasalah lainnya yang tak kalah penting adalah indikasi persaingan bisnis yang turut menerpa berbagai komoditas daerah.

Harga Komoditas Lokal Belum Siuman, Tolove Nilai Perlu Dibangun Basis Industri Pengolahan di Kalbar
KONTAN/DANIEL PRABOWO
Ilustrasi sawit. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketergantungan terhadap fluktuasi harga internasional disebut menjadi permasalahan serius terhadap anjloknya harga berbagai komoditas di Kalbar.

Upaya hilirisasi dengan membangun basis industri pengolahan pun lantas dinilai menjadi upaya yang perlu dilakukan di Kalbar, demi mengangkat perekonomian masyarakat.

Baca: Sutarmidji Minta Proyek Infrastruktur Dikerjakan Sesuai Spesifikasi, Kalau Tidak Ini Akibatnya

Baca: Prostitusi Libatkan Artis, Ini Kata Pengamat

Baca: Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Desa Antibar, Penyelamatan Nenek Jubaidah Berlangsung Dramatis

"Kalau melihat komoditas seperti karet, sawit dan sebagainya, itu sangat terkait dengan perkembangan harga dunia. Memang komoditas ekspor impor semacam itu sangat bergantung dengan fluktuasi harga dunia," ungkap Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalbar, Rusliansyah D Tolove, Senin (07/01/2018).

Dengan kondisi itu, katanya, memang tidak banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mengatrol harga komoditas. Sebab, skema dan fluktuasi harga di pasar global mau tak mau menjadi ukuran utama. 

Permasalah lainnya yang tak kalah penting adalah indikasi persaingan bisnis yang turut menerpa berbagai komoditas daerah.

Sawit misalnya, komoditas satu ini 'diserang' dengan berbagai isu, karena dianggap cukup menggoyang dominasi industri minyak nabati di benua biru (julukan Eropa).

Apalagi, katanya, minyak nabati dari komoditas semacam biji bunga matahari, kacang-kacangan dan sebagainya, memang jadi satu di antara komoditi besar di Eropa. "Mereka (Eropa) merasa tersaingi (dengan kehadiran minyak sawit Indonesia)," sambungnya.

Namun ia berharap pihak-pihak terkait tak pula berpangku tangan melihat kenyataan rontoknya harga komoditas lokal ini. Sebab, katanya, ada beberapa upaya yang mungkin bisa dilakukan untuk mengangkat kembali harga komoditas lokal tersebut.

Satu di antaranya adalah dengan mendorong dibangunnya industri hilir untuk menambah nilai produk komoditas andalan Kalbar tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved