Bank Indonesia dan Kemenkeu Pakai SiMoDIS Pantau Informasi Devisa

kepatuhan eksportir dalam memenuhi ketentuan penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus membaik dan mencapai 98%

Bank Indonesia dan Kemenkeu Pakai SiMoDIS Pantau Informasi Devisa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Peti Kemas Dwikora Pontianak, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (8/4/2018) siang. Presiden RI Joko Widodo pernah menyatakan ke depannya Pelabuhan Dwikora Pontianak akan menjadi pelabuhan sungai sedangkan pelabuhan lautnya akan dipusatkan di Pantai Kijing yang saat ini dalam tahapan pembebasan lahan. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyepakati kerja sama pemanfaatan dan pemantauan yang terintegrasi atas data dan/atau informasi devisa terkait kegiatan ekspor dan impor melalui Sistem informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika atau SiMoDIS.

Kesepakatan dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Aula Djuanda, Kemenkeu Jakarta, Senin (7/1).

Baca: KPU Ketapang Cari 10.955 Anggota KPPS

Baca: TRIBUN WIKI: Lurah Sedau Utamakan Bangun Budaya Disiplin

Sejak awal diimplementasikan pada tahun 2012, kepatuhan eksportir dalam memenuhi ketentuan penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus membaik dan mencapai 98,0 persen pada November 2018.

Dalam siaran pers Bank Indonesia yang dikutip tribunpontianak disebutkan kinerja positif kepatuhan eksportir dimaksud tidak terlepas dari sinergi kebijakan yang kuat antara BI dan Kemenkeu, serta dukungan perbankan dan eksportir.

“SiMoDIS menjadi salah satu langkah penguatan kebijakan DHE yang mengintegrasikan informasi ekspor dan impor, dan menyinergikan kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia terkait ekspor dan impor secara seketika,” tulis Bank Indonesia.

Secara teknis, SiMoDIS akan mengintegrasikan aliran dokumen, aliran barang dan aliran uang melalui dokumen ekspor dan impor dari Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan data NPWP dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Dengan data incoming ekspor dan outgoing impor dari financial transaction messaging system dan bank devisa.

Melalui integrasi ini, SiMoDIS akan mampu menyediakan informasi ekspor dan impor Indonesia yang komprehensif baik bagi Kemenkeu dan BI.

Terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dari kesepakatan BI dan Kemenkeu yaitu:

(i) meningkatkan perolehan dan kualitas informasi devisa kegiatan ekspor;

Halaman
12
Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved