Citizen Reporter

Masjid Terapung Jadi Destinasi Wisata Religi di Kabupaten Kayong Utara

Salah satunya tempat yang ramai di kunjungi ialah masjid agung oesman al-khair tempat wisata sekaligus tempat untuk beribadah.

Citizen Reporter
Fitriati
Mahasiswi Jurusan PAI
IAIN Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabupaten kayong utara banyak memiliki tempat wisata, tak heran jika banyak wisatan berlibur ke sini.

Salah satunya tempat yang ramai di kunjungi ialah masjid agung oesman al-khair tempat wisata sekaligus tempat untuk beribadah.

Masjid Agung Oesman AL-Khair ialah masjid kebanggan Kabupaten Kayong Utara yang disebut juga sebagai masjid terapung.

Baca: Kok Bisa Hanya Bawa Ayam Goreng, Wisatawan Ini Harus Bayar Denda Hingga Rp 14 Juta

Baca: Polresta Pontianak‎ Berikan Penghargaan 6 Bengkel Motor Tak Jual Knalpol Racing

Masjid Agung Oesman AL-Khair berada di jalan kota Karang, kelurahan sutra, kecamatan sukadana, kabupaten kayong utara, kalimantan barat.

Di latar belakangi pantai yang indah dan berada di tepi sungai, sehingga masjid ini disebut sebagai masjid terapung dan sebagai wisata religi satu-satunya yang ada di kabupaten kayong utara, kalimantan barat.

"Masjid ini menjadi kebanggan masyarakat setempat Karena masjid ini ialah masjid terbesar yang berada di Kayong Utara," ujar Fitri, Rabu (2/1/2019).

Fitri menjelaskan masjid ini disebut terapung, karena letak nya di tepi laut.

"Suasana dingin hembusan laut, serta angin sepoi-sepoi membuat ibadah menjadi lebih nyaman dan wisatawan yang berkunjung di masjid terapung merasa nyaman. Karena suasana yang berada di tepi sungai dan keindahan alam sekelilingnya," paparnya.

Selain itu, lanjut Fitri lapangan parkirnya juga luas membuat pengunjung tak sulit menempatkan nya saat singgah di masjid ini. Kebersihan lingkungan yang selalu terjaga, tempat wudhu yang luas, serta toilet bersih dan halaman yang luas.

"Di depan masjid ini juga memiliki peraturan di depan gerbang sudah ditulis jika kita sebagai wisatawan dilarang masuk menggunakan pakaian ketat, celana Koyak-koyak dan pakaian yang tidak layak untuk memasuki masjid (pakaian terbuka-red)," terangnya.

Fitri menambahkan di depan masjid ini juga tertulis kita masuk harus menggunakan pakaian sopan dan tertutup.

"Masjid ini menjadi landmark kabupaten kayong utara sebagai pelengkap destinasi wisata selain pantai pulau datok," tutupnya. 

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved