Tingginya Angka Laka Lantas Tahun 2018, Ini Antisipasi Polres Sanggau

Kapolres menegaskan, pihaknya juga sudah melakukan langkah-langkah khususnya di jalur lintas trans kalimantan, didirikan pos pantau di desa Subah

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU -Terkait dengan tingginya angka laka lantas di kabupaten Sanggau yakni tahun 2018 mencapai 140 kasus, sementara tahun 2017 sebanyak 97 kasus. Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi menyampaikan, pihaknya iningin merubah maindset masyarakat, karena terkadang stigma di masyarakat, laka lantas ini sudah menjadi nasib.

“Sudah jalanya meninggal karena laka lantas. Tidak boleh seperti itu, sama-sama kita harus pencegahan, mulai dari mau berangkat dari rumah sudah diingatkan, pada saat di jalan juga berkendaraan yang sopan dan baik, saling menghargai dengan pengguna jalan yang lain, ” katanya, kemarin.

Baca: Cuaca di Kota Sanggau Saat Ini Terpantau Cerah, Senin (31/12/2018)

Baca: Sepanjang 2018, Sebanyak 76 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas di Sanggau

Dan ini tentunya, lanjut Kapolres, kita ingin dari DPR juga bagaimana di tahun 2019 angka kecelakaan yang tinggi ini sama-sama kita antisipasi bersama.

“Syukur-syukur nanti DPR bisa mengangarkan program penceganan laka lantas di wilayah kabupaten Sanggau. Sehingga semua lini harus punya kesamaan visi untuk mencegah agar tidak terjadi laka lantas, ” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya juga sudah melakukan langkah-langkah khususnya di jalur lintas trans kalimantan, didirikan pos pantau di desa Subah, kecamatan Tayan Hilir.

“Di sana ada personel kami, karena jarak dari Polsek Tayan Hilir untuk menghandle kejadian yang ada di perbatasan Sanggau dengan KKR, sangat jauh. Sehingga kami didirikan pos, ” tegasnya.

Selain itu, kita juga sudah berkolaborasi bersama Pemda Sanggau dengan memetakan jalur-jalur yang memang disitu rawan terjadi titik-titik kecelakaan, harus perlu ada rekayasa lalu lintas sehingga jalan itu tidak berbahaya dilalui masyarakat.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan akan bertambah pos, karena begitu tingginya angka kecelakaan dan fatalitas akibat kecalakaan juga tinggi. Ini harus kita imbangi, ” tuturnya.

Karena ini, kata Kapolres, 76 yang meninggal dunia akibat laka lantas bukan angka yang sedikit dalam setahun. (hen).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved