Tips Aman Tanpa Mogok Dalam Perjalanan Keluar Kota Menggunakan Sepeda Motor

Kalau digunakan untuk perjalanan jarak jauh, disarankan menggunakan oli mesin dengan kadar kekentalan atau SAE 20W-50

Tips Aman Tanpa Mogok Dalam Perjalanan Keluar Kota Menggunakan Sepeda Motor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Keluar kota menggunakan sepeda motor. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Libur menyambut tahun baru banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang dengan mengunjungi objek wisata atau bepergian keluar kota untuk bertemu kangen dengan sanak keluarga.

Ada yang bepergian menggunakan angkutan umum, adapula yang menggunakan kendaraan pribadi.

Satu di antara mekanik senior di kota Pontianak, Toegimin Fudjiarto memaparkan beberapa hal yang wajib diperhatikan jika akan menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor agar perjalanan anda aman dan lancar tanpa hambatan mogok dalam perjalanan.

Baca: Steve Emmanuel Sukses Bawa Kokain 100 Gram: Tak Terdeteksi di Bandara, Polisi Buru Jaringan

Baca: Ketua PSSI Kalbar Terpilih Dukung Upaya Satgas Mafia Bola

Baca: Dukung Bernard, Benyamin : Semangatnya Tetap Tinggi Usai Asian Games

"Secara umum yang paling vital ya injeksi dan karburatornya, itu mesti dibersihkan, check saringan udara, check businya, kalau tidak memungkinkan, harus diganti, karena itu yang paling vital, kemudian bannya juga, kalau ban udah tipis juga harus diganti, karena rawan terjadi bocor ban," kata owner bengkel Agung Motor Pontianak tersebut beberapa waktu lalu.

Kemudian oli mesin jangan lupa diperhatikan.

Kalau digunakan untuk perjalanan jarak jauh, disarankan menggunakan oli mesin dengan kadar kekentalan atau SAE 20W-50, karena oli mesin dengan SAE tersebut kekentalan oli tetap stabil meskipun jarak tempuhnya jauh.

Baca: Mantan Gelandang Persipon Ini Siap Maju Sebagai Calon Ketua PSSI Pontianak

Baca: Malam Tahun Baru 2019, Kapolsek Pontianak Barat Imbau Warga Waspada dan Perhatikan Keselamatan

Dianjurkan oli mesin wajib diganti setelah menempuh jarak 1.500 Km.

"Kalau tidak segera diganti, kita takutnya oli itu berkurang, kalau olinya sudah berkurang terjadilah kerusakan di kampas kopling, kampas koplingnya habis, dan mengeluarkan bau hangus, kalau kampas koplingnya rusak bisa menyebabkan tenaga motor jadi berkurang," Kata pria yang akrab disapa pak Cung tersebut.

Kemudian khusus pengguna motor matic, yang tak kalah pentingnya adalah check tali van belt (V-belt), kalau saat di-gas suara mesinnya berdengung dan tarikannya lambat itu tandanya tali V-belt nya sudah kendor.

"Setiap jarak tempuh sudah mencapai 15.000 km, V-belt dianjurkan diganti, karena barang ini juga ada masanya, kalau enggak segera diganti nanti akan merembet ke komponen yang lainnya," kata pak Cung.

Kemudian untuk motor bermesin 2-tak jangan lupa memperhatikan oli sampingnya, pompa oli sampingnya harus dibersihkan, jangan sampai macet.

"Oli samping paling berpengaruh daripada oli mesin, karena kalau oli sampingnya macet, otomatis pistonnya terjepit, kalau pistonnya bermasalah, motor akan mogok," pungkasnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved