Berita Video

Tidak Punya KTP, Warga Tidak Bisa Beli Gas Elpiji 3 Kg

Setelah di data, mereka membayar sejumlah yang mereka beli dan sebelum keluar harus menyelupkan jari mereka ke tinta yang disediakan.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Dhita Mutiasari

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Langkanya gas elpiji di beberapa wilayah Kota Pontianak menyebabkan masyarakat harus antre dan rela berjemur untuk dapatkan gas melon tersebut.

Salah satu agen distributor gas elpiji 3 Kg di Jl Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut penuh di antre masyarakat sekitar dari jam 08:00 WIB sampai jam 11:00 siang, Selasa (18/12/2018).

Baca: Terjadi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Wilayah Kota Pontianak

Baca: Anggota Polsek Pontianak Timur, Amankan Antrean Gas Elpiji 3 Kilogram di Kelurahan Dalam Bugis

Dari pantauan tribunpontianak.co.id, antrean panjang tersebut rata-rata dipenuhi ibu-ibu yang membawa lebih dari satu tabung gas.

Mereka di bariskan di halaman ruko, dan masuk satu per satu kedalam ruko untuk membeli gas elpiji, sementara yang diluar menunggu giliran sambil berjemur.

Baca: Gubernur Sutarmidji Ancam Pertamina Kalbar Soal Elpiji 3 Kg, Ini Respon Netizen

Setelah masuk mereka di belokkan ke kumpulan gas kosong untuk meletakkan tabung gas yang kosong milik mereka disitu.

Kemudian mereka dimintai KTP dan di data, "Kalau bukan KTP Bansir Laut, kita cuma beri jatah satu tabung saja, itupun karena menimbang aspek kemanusiaan," ujar Supriadi (40) kepada tribunpontianak.co.id

Setelah di data, mereka membayar sejumlah yang mereka beli dan sebelum keluar harus menyelupkan jari mereka ke tinta yang disediakan.

"Sekarang beli gas susah, sudah seperti nyoblos pemilu saja pakai KTP, celupkan tangan di tinta dan sebagainya," ujar Iwan (49).

Iwan mengatakan kalau masyarakat yang tidak membawa KTP tidak bisa membeli gas, karena syaratnya harus bawa KTP dan berasal dari alamat setempat.

Di hubungi tribunpontianak.co.id melalui telepon, Sales Eksekutif LPG Pontianak, Sandy Rahadian mengatakan pangkalan harus menerapkan SOP seperti itu agar memastikan pembeli benar dari wilayah itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved