OJK Sebut Kuartal III Sektor Keuangan di Kalbar Tumbuh Mengembirakan

secara sektoral pada kuartal III 2018 pertumbuhan PDRB nasional didukung oleh sektor konstruksi dengan penurunan pada sektor pertanian, pertambangan

OJK Sebut Kuartal III Sektor Keuangan di Kalbar Tumbuh Mengembirakan
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Pejabat OJK Kalbar Suharna memberikan pemaparan terkait kondisi sektor keuangan di Kalimantan Barat kepada jurnalis, Jumat (14/12/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar memaparkan untuk perkembangan kinerja sektor keuangan di Kalbar mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik dan berhasil melaksanakan perannya sebagai salah satu mesin penggerak perekonomian di daerah.

Pejabat OJK Kalbar, Suharna, menjelaskan secara sektoral pada kuartal III 2018 pertumbuhan PDRB nasional didukung oleh sektor konstruksi dengan penurunan pada sektor pertanian, pertambangan, industri dan perdagangan.

Secara khusus, untuk Kalbar hal tersebut tidak terlalu berbeda dimana terjadi peningkatan pada hampir seluruh sektor PDRB dipimpin oleh sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,96%, Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,29% dan Penyedia Akomodasi dan makan Minum sebesar 7,88%.

Baca: Dilema Dengan Harga Beli, Bikin Petani ‘Malas’ Jual Beras ke Bulog

Baca: Dorong BUMDes Serap Hasil Pertanian di Kalbar

“Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di Kalbar sejalan dengan perkembangan kinerja penyaluran kredit perbankan di Kalbar pada tahun 2018,” ungkapnya saat pertemuan akhir tahun bersama jurnalis di Kalbar, Jumat (14/12/2018).

Dipaparkannya, secara sektoral pada kuartal III 2018, Bank umum Konvensional dan Syariah menyalurkan kredit dengan share tertinggi pada sektor Pemilikan Peralatan Rumah Tangga (termasuk untuk pinjaman multiguna) sebesar 27,58%. Berikutnya diikuti sektor Pertanian , Perburuan dan kehutanan sebesar 22,38%. Selanjutnya perdagangan besar dan eceran sebesar 21,50% dan untuk pemilikan rumah tinggal sebesar 10,89%.

“Dapat disimpulkan peningkatan PDRB yang cukup tinggi pada sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan minum didukung oleh penyaluran kredit yang cukup besar pada sektor konsumsi. Diperkirakan tren konsumsi akan terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019 serta hal ini juga didukung oleh tingkat inflasi yang cukup rendah,” jelasnya.

Dia merincikan untuk Bank Umum Konvensional dan Syariah berhasil membukukan growth aset sebesar 7,53% (yoy) pada kuartal III 2018. Angka ini meningkat pada Oktober 2018 menjadi 8,65% (yoy), walaupun  masih dibawah rata-rata nasional yang tercatat sebesar 8,56% (yoy) periode kuartal III 2018 dan 9,58% (yoy) periode Oktober 2018.

“Diperkirakan pertumbuhan aset perbankan provinsi Kalimantan Barat akan terus mengalami tren peningkatan hingga Desember 2018,” ujarnya.

Selanjutnya dari  sisi kredit perbankan untuk Bank Umum Konvensional dan Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan double digit yaitu 10,46% pada kuartal III 2018 dan 10.35% pada periode Oktober 2018.

Memang pertumbuhan kredit  Kalbar masih dibawah rata rata nasional yaitu 12.62% pada periode kuartal III 2018 dan sebesar 13.35% (yoy) pada periode Oktober 2018.

Selanjutnya dari sisi penghimpunan dana Bank Umum Konvensional dan Syariah berhasil mencatatkan growth sebesar 6.69% (yoy) pada Q3 2018 dan terjadi sedikit penurunan pada Oktober 2018 yaitu 5.42% (yoy), hal ini kemungkinan terjadi dikarenakan adanya peningkatan konsumsi dari masyarakat pada akhir tahun menjelang natal dan tahun baru.

“Jika melihat NPL terjadi penurunan sejumlah -5.31% (yoy) pada periode kuartal III 2018 dan level NPL tercatat pada 1,88%. Kemudian dari sisi kinerja intermediasi perbankan tercatat LDR pada periode Q3 2018 sebesar 93,52% masih berada diatas rata rata nasional 93.40%,” jelasnya. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved