Citizen Reporter
Pesona Air Terjun Setangak Objek Wisata Alam Yang Memukau
"Dari area parkiran berjalan kaki lagi selama 45 menit untuk sampai ke tempat wisata tersebut," imbuhnya.
Penulis: Ramadhan | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
M. Yatru Arsan
Mahasiswa IAIN Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Air terjun setangak yang berada di Desa Cenayan, Kecematan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau merupakan objek wisata yang cukup memukau.
Penduduk Sekitar, Yayat mengatakan bahwa objek wisata ini berjarak tempuh satu jam lebih dari Kecamatan Nanga Mahap. Hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua.
Baca: Cuplikan Pertandingan Nomor Kata Putri dan Putri Perorangan Kejurda Karate Inkanas Kalbar
Baca: Desa Ini Sajikan Pemandangan Laut Hingga Ikan Segar Nelayan
"Berjarak tempuh sekitar satu jam lebih dari kecematan nanga mahap, pengunjung hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua untuk ke lokasi tersebut," ujar Yayat, Minggu (16/12/2018).
Yayat menjelaskan setelah sampai di area parkir, pengunjung harus berjalan kaki selama kurang lebih 45 menit. Untuk sampai ke objek wisata tersebut.
"Dari area parkiran berjalan kaki lagi selama 45 menit untuk sampai ke tempat wisata tersebut," imbuhnya.
Namun, Yayat menuturkan walaupun menempuh wakty yang lama, wisata alam ini mwnyadijakan air terjun yang indah. Sehingga dapat mengobati rasa lelah para pengunjung.
"Dengan menempuh waktu yang cukup lama wisata alam yang menyajikan air terjun yang indah, ini akan mampu mengobati rasa lelah para pengunjung," ungkapnya.
Yayat menambahkan dengan kesegaran air dan suasana alam yang indah. Akan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama di lokasi tersebut.
"Di tambah lagi dengan kesegaran air dan suasana alam yang indah, akan menjadikan pengunjung betah berlama-lama dilokasi tesebut," kata Yayat.
Untuk itu, Yayat berpesan kepada pengunjung untuk menjaga tempat tersebut. Jangan membuang sampah sembarangan, agar tidak merusak dan menghilangkan ke indahan alamnya.
"Pesan saya kalau kesana jaga lah tempatnya jangan membuang sampah sembarangan, biar tidak merusak alam atau tidak menghilangkan ke indahan alam kita," tutupnya.