Rumah Dinas Tak Layak Jadi Faktor Guru Tak Betah Mengajar di Tempat Tugas
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Heri Maturida menyampaikan bahwa saat ini memang rata-rata rumah dinas guru membutuhkan perbaikan
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Heri Maturida menyampaikan bahwa saat ini memang rata-rata rumah dinas guru membutuhkan perbaikan, baik perbaikan ringan maupun berat.
"Jadi memang anggaran APBD kita terbatas, artinya solusinya ialah bagaimana mengalokasi anggaran di kepada hal-hal yang prioritas," ujarnya, Kamis (13/12/2018) pagi.
Selain jalan dan jembatan, rumah dinas guru yang mengalami kerusakan parah menurutnya juga penting diperhitungkan saat pembagian alokasi dana APBD.
Baca: Henri Harap Kaum Ibu Jadi Figur yang Mampu Bangun Keluarga Berkualitas
"Lalu kemudian ke depannya kita harus sedikit banyak ada perhatian untuk menaikkan dananya, sehingga dalam pembangunan rumah dinas dapat terealisasi," jelasnya.
Pihaknya bersama Dinas Pendidikan juga melakukan survei, baik itu kondisi sekolah-sekolah yang rusak, yang kekurangan lokal, termasuk rumah dinas yang tidak layak.
Menurutnya ada hubungan yang erat antara kenyamanan rumah tinggal atau rumas dinas guru terhadap kinerja guru.
"Itu salah satu faktor yang membuat guru tidak betah di tempat tugas karena alasannya perumahan dinas tidak layak, ada yang bocor ada yang pecah semennya," terangnya.
"Apalagi kalau guru itu asalnya tidak dari tempat tugas yang bersangkutan itu menjadi satu kendala juga," pungkasnya.