Perekonomian Kalbar Triwulan III 2018 dibawah Nasional, Alexander Rombonang;Perlu Kerja Keras

Tantangan lain kata Alexander yaitu pengaruh kenaikan bunga Bank Sentral Amerika yang diprediksi akan diikuti dengan normalisasi kebijakan moneter

Perekonomian Kalbar Triwulan III 2018 dibawah Nasional, Alexander Rombonang;Perlu Kerja Keras
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 yang digelar Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bank Indonesia di Lantai 4, Keriang Bandong, Bank Indonesia Kalbar (13/12/2018). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Barat, Alexander Rombonang mengatakan menurunnya harga komoditas dunia menjadi tantangan bagi Kalbar dimana ekspor sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

Tantangan lain kata Alexander yaitu pengaruh kenaikan bunga Bank Sentral Amerika yang diprediksi akan diikuti dengan normalisasi kebijakan moneter di negara eropa dan negara maju lainnya. Ketidakpastian di pasar global ini mendorong tingginya risiko investasi sehingga negara berkembang menahan diri untuk berinvestasi. 

Baca: Empat Sektor Penopang Perekonomian Kalbar, Bank Indonesia Dorong Adanya Percepatan

Baca: Deretan Fakta Persib Bandung Pecat Mario Gomez, 2 Pemain Keluar hingga Atep Buka Suara

Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbuka, Indonesia tidak bisa menghindar dari dinamika global. Pertumbuhan ekonomi yang masih lemah, tidak berimbang dan rentan terhadap gejolak diakuinya tentu akan mempengaruhi kestabilan dan pertumbuhan ekonomi secara khusus pertumbuhan ekonomi Kalbar.

Hal tersebut disampaikan Prijono dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 yang digelar Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bank Indonesia di Lantai 4, Keriang Bandong, Bank Indonesia Kalbar (13/12/2018). 

 "Semakin besar tantangan global ke depan menuntut kita untuk melakukan kerja keras. Sehingga semua elemen harus memperkuat struktur ekonomi baik sektor riil maupun sektor keuangan agar tidak terombang ambing oleh gelombang yang penuh dengan ketidakpastian," ungkapnya. 

Kedepan kata Alex perlu transformasi dari negara yang tadinya berorientasi pada konsumsi beralih menjadi negara yang berorientasi pada produksi. Negara yang tadinya berorientasi pada impor didorong menjadi negara eksportir. 

Jika sebelumnya Indonesia masih menjadi provinsi sebagai penghasil SDA mentah pemerintah mendorong kedepan harus tumbuh menjadi negara yang mampu mengolah. Sehingga memperoleh nilai tambah dari produksi gejolak perekonomian nasional juga terasa pada perekonomian Kalbar.

"Kalau kita lihat perekonomian Kalbar pada triwulan III 2018 sebesar 5,01 persen menurun dibandingkan triwulan II di mana angkanya di 5,08 persen. Pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan III juga lebih rendah daripada perekonomian nasional yang mencapai 5,17 persen. Hal ini disebabkan oleh melambatnya sektor pertanian sebagai sektor yang memberi kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kalbar," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved